Berita Surabaya

DKRTH Pasang Rumah Mozaik sebagai Ikon Taman Mozaik di Surabaya Barat

Satu lagi taman yang bisa dijadikan destinasi wisata di Surabaya barat, yakni Taman Mozaik

DKRTH Pasang Rumah Mozaik sebagai Ikon Taman Mozaik di Surabaya Barat
Istimewa
RUMAH MOZAIk - DKRTH Surabaya memasang kerangka rumah mozaik beberapa waktu lalu. Rumah mozaik akan dijadikan ikon Taman Mozaik yang sedang dibangun di daerah Wiyung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satu lagi taman yang bisa dijadikan destinasi wisata di Surabaya barat, yakni Taman Mozaik.

Namun, warga Surabaya harus bersabar dulu. Karena, taman yang terletak di Jalan Wiyung Praja ini masih dalam pengerjaan oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya dan telah diuruk oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya.

Diperkirakan, taman tersebut akan rampung pada awal Oktober 2019.

Memakan biaya pembangunan sebesar Rp 1,4 miliar, Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau DKRTH, Rochim Yuliadi mengatakan taman ini difokuskan sebagai wahana berswafoto masyarakat.

"Taman ini berkonsep pada permainan warna cerah dan terdapat sebuah bangunan mozaik akrilik yang menjadi fokus pengunjung untuk berswafoto," jelasnya, Sabtu (31/8/2019).

Bangunan mozaik akrilik yang dimaksud berbentuk rumah yang diangkat sebagai ikon taman.

Rochim mengatakan, rumah mozaik ini tidak berisi apa-apa, karena hanya dijadikan area foto.

"Sebagai ikon taman untuk memuaskan hasrat warga kota yang gemar selfie. Bagus untuk dipakai berfoto baik sendiri maupun bersama," ucapnya.

Ketika pengunjung memasuki rumah mozaik, bisa melihat refleksi macam-macam warna pantulan sinar matahari yang masuk, karena material atap maupun dindingnya terbuat dari akrilik tembus cahaya.

Nantinya juga ada bagian bidang yang lubang, sehingga keindahan rumah mozaik tak hanya bisa dilihat dari luar.

Selain rumah mozaik, nantinya Taman Mozaik akan dilengkapi Broadband Learning Center gratis dan juga sentra wisata kuliner.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengungkapkan sebanyak 400 lebih taman yang tersebar di Surabaya dengan tujuan menghijaukan kota.

Sekitar 30 persen kota dipenuhi oleh taman yang bermanfaat untuk menurunkan suhu udara.

Hasilnya, ia mengklaim, saat ini suhu udara kota telah turun sekitar dua derajat celcius.

“Nanti sampai suhu udara di Surabaya mencapai 20-22 derajat celcius. Dulu Surabaya rata-rata 34 sampai 36 derajat celcius. Sekarang sudah 34 derajat ke bawah dan itu ada datanya, bahkan kalau pagi Surabaya berkabut,” pungkasnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved