Berita Surabaya

Soal Vonis dan Eksekusi Kebiri Terpidana di Mojokerto, Begini Tanggapan Kepala Kejati Jatim

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Sunarta, menanggapi vonis kebiri yang diterima oleh terpidana Muhammad Aris

Soal Vonis dan Eksekusi Kebiri Terpidana di Mojokerto, Begini Tanggapan Kepala Kejati Jatim
istimewa
Kepala Kejati Jatim Sunarta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Sunarta, menanggapi vonis kebiri yang diterima oleh terpidana Muhammad Aris. Sunarta menyebut eksekusi hukuman kebiri dilakukan setelah hukuman pokok terpidana Aris selesai.

"Jadi terpidana ini kan menerima vonis tambahan dari Mojokerto 12 tahun dan di kotanya delapan tahun jadi 20 tahun. Sementara pelaksanaan kebiri dilaksanakan setelah hukuman pokoknya selesai. Sudah mau habis (masa tahanannya), baru dieksekusi," kata Sunarta, Jumat (30/8/2019).

Saat ditanya terkait negara wajib memulihkan terpidana setelah menjalani hukuman kebiri, Sunarta menjelaskan dirinya belum tahu lantaran masih perlu meneliti Memori Fantulitingnya, serta riwayat keluarnya pasal yang dijatuhkan. Namun menurutnya, pertimbangan vonis itu pasti juga telah memperhitungkan berbagai pertimbangan.

Pemerintah pun, lanjutnya, pasti telah mempersiapkan semuanya.

Terkait adanya keberatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Sunarta mengaku masih menunggu SOP terlebih dahulu. 

"Mengenai keberatan ya kami menunggu SOP. Bila SOP-nya harus dokter, ya harus dokter. Yang namanya hukuman itu kan melanggar HAM. Tapi melanggar HAM yang dibolehkan, karena undang-undangnya membolehkan," bebernya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved