Berita Surabaya

SDN Kandangan 3 Surabaya Kembangkan Hidroponik Manfaatkan Energi Panel Surya, Bisa Hemat Listrik

Ketua Tim Hidroponik Sekolah Arkanlu (Arek Kandangan 3) ini bersama teman-temannya sejak tahun lalu mulai akrab dengan budidaya tanaman hidroponik.

SDN Kandangan 3 Surabaya Kembangkan Hidroponik Manfaatkan Energi Panel Surya, Bisa Hemat Listrik
surya.co.id/habibur rohman
Siswa SDN Kandangan 3 Surabaya merawat tanaman hidroponik di sekolah mereka, Jumat (30/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Amira Rizky dengan hati-hati  mengangkat kotak berisi tanaman bayam. Sayuran yang dia tanam bersama rekan-rekannya di SDN Kandangan 3 Surabaya itu kini tumbuh subur dan sehat tanpa perlu lahan.

Cukup aneka kaleng dan kotak bekas bisa dijadikan media tanam hidroponik. Budidaya tanaman yang hasilnya lebih sehat dengan daya tumbuh tanaman yang baik. Selama air dan kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi hidroponik bisa dipanen sesuai impian. 

 "Seru dan menyenangkan bisa lakukan pembenihan, menanam, merawat bayam dan slada ini. Tapi kalau nanam bayam harus senyum biar panennya bagus dan menggembirakan," ucap Amira sambil tertawa, saat ditemui di sekolahnya, Jumat (30/8/2019).

Ketua Tim Hidroponik Sekolah Arkanlu (Arek Kandangan 3) ini bersama teman-temannya sejak tahun lalu mulai akrab dengan budidaya tanaman hidroponik. Saat mereka diminta mencari botol bekas awalnya tidak tahu. 

Ternyata barang-barang bekas itu bisa dimanfaatkan untuk media hidroponik. Sekolah menyiasati barang bekas itu dengan melukis pada lapisan luar botol.

Dalam sistem hidroponik, hanya butuh waktu sekitar sebulan dan paling lama 45 hari untuk memanen merasakan hasilnya. Hasilnya daun bayam, slada dan kangkung yang dihasilkan bagus-bagus.

Saat panen sebelum musim tanam bulan ini, siswa senang karena sayuran hasil tanam mereka diborong warga dan para guru. Amira masih ingat, bayam segarnya laku Rp 5.000 per ikat. Ada banyak ikat sayuran yang laku.

Namun para siswa SDN Kandangan 3 Surabaya saban hari harus memberlakukan tanaman sayur dengan baik. Menurut guru  pendamping Tim Hidroponik Sekolah (THS) Dwi Retno Sari bahwa kadar PH dalam air harus terus dijaga.

"Harus rendah. Salah satunya kami siasati dengan memanfaatkan rembesan air AC. Siswa yang rumahnya ada AC diminta untuk membawa ke sekolah. Bisa untuk konsumsi hidroponik," kata Retno.

SDN yang berada di Surabaya Barat ini sudah sejak 2018 mengembangkan budidaya hidroponik. Karena keseriusan dan kekompakan semua keluarga besar sekolah, THS Arkanlu berhasil juara II tingkat Kota Surabaya. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved