Berita Surabaya

Hukuman Kebiri Ditolak PWNU Jatim, Kepala Kejati Jatim: 'Ini Hukuman, Bukan Pilihan'

PWNU Jatim menyatakan menolak hukuman kebiri setelah memutuskan hasil Bahtsul Masail, begini reaksi Kepala Kejati Jatim Sunarta

Hukuman Kebiri Ditolak PWNU Jatim, Kepala Kejati Jatim: 'Ini Hukuman, Bukan Pilihan'
surabaya.tribunnews.com/samsul arifin
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sunarta. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim menyatakan menolak hukuman kebiri setelah memutuskan hasil Bahtsul Masail Kamis, (29/8/2019) kemarin. Merujuk hal tersebut Kepala Kejati Jatim, Sunarta memberikan tanggapannya.

Sunarta menilai hukuman yang dijatuhkan terhadap terpidana Muhammad Aris itu bukanlah sebuah pilihan namun adalah sebuah hukuman.

Soal Vonis dan Eksekusi Kebiri Terpidana di Mojokerto, Begini Tanggapan Kepala Kejati Jatim

"Terpidana kan juga bilang tuh dia memilih mati, saya juga melihatnya di televisi. Namun, ini kan bukan pilihan, ini hukuman," tandas Sunarta saat ditemui di Gedung Kejati Jatim, Jumat, (30/8/2019). 

Dia mencontohkan seorang tahanan yang dipenjara itu sifatnya merampas kemerdekaan orang.

Akan tetapi, itu diperbolehkan lantaran undang-undangnya memperbolehkan seseorang ditahan. 

"Itu hukuman atas perbuatannya," tegasnya. 

Sebelumnya, PWNU Jatim menegaskan bahwa melarang hukuman kebiri kimia bagi kejahatan asusila terhadap anak.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim, KH Ahmad Asyhar Shofwan, menuturkan bahwa ta'zir (hukuman) harus tidak berdampak negatif dalam jangka panjang.

"Karena seseorang yang dihukum kebiri akan terhalangi untuk berketurunan," terangnya di saat menggelar Bahtsul Masail di kantor PWNU Jatim, Kamis, (29/8/2019) kemarin. 

Supaya ta'zir ini  memberikan efek jera, lanjutnya, lebih baik dihukum seberat-beratnya. 

"Lebih baik dihukum mati. Karena pelaku tidak akan mengulangi lagi, wong sudah mati," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

Penulis: Samsul Arifin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved