Berita Surabaya

Askonas Siap Tingkatkan SDM Pelaku Jasa Konstruksi, Ini Alasannya

Askonas akan melakukan peningkatan mutu dan ketrampilan SDM bidang jasa konstruksi dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0

Askonas Siap Tingkatkan SDM Pelaku Jasa Konstruksi, Ini Alasannya
surya/sri handi lestari
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Askonas, Rahmatullah, dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Askonas, di hotel Mercury Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) akan melakukan peningkatan mutu dan ketrampilan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Apalagim peningkatan SDM di bidang jasa konstruksi ini juga diatur dan menjadi salah satu syarat dalam aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Askonas, Rahmatullah, mengatakan Indonesia merupakan market jasa konstruksi lima besar di dunia. Namun, tantangan yang dihadapi ke depan adalah soal SDM.

"Hal tersebut bisa dilihat dari data stratifikasi pendidikan dari data yang ada mayoritas 43 persen itu masih lulusan SMP dan SMA, yang sarjana angkatan kerja di jasa konstruksi pun sama,” kata Rahmatullah saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Askonas, di hotel Mercury Surabaya, Kamis (29/8/2019) malam.

Oleh karena itu, pihaknya akan menciptakan SDM yang terampil kemudian yang siap untuk menjawab tantangan jasa konstruksi ke depan.

Sebab, persaingan pasar dan tantangan jasa konstruksi ke depan tidaklah mudah.

"Data jasa kontrruksi nasional kita, dari 165 ribu jasa konstruksi. Ada 17 persen badan usaha menengah besar tapi mereka menguasai 80 persen jasa kontruksi. Ini tantangan bagi kami lantaran ada kesenjangan dan ketimpangan yang harus diselesaikan,” sambungnya.

Dengan menyiapkan SDM jasa konstruksi, Askonas berharap pengusaha jasa konstruksi menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

“Kita harus menjadi subjek di masing-masing daerah. Oleh karenanya, kami sangat mendukung Peraturan Presiden Nomor 1 tentang Jasa Konstruksi," ujarnya.

Pihaknya berharap ada perlindungan, terutama kepada pengusaha jasa konstruksi kecil dan di daerah.

Harus ada terobosan dan strategi khusus dari semua pihak yaitu, baik pemerintah, pelaku usahanya, maupun masyarakat secara umum.

“Banyak kawasan ekonomi khusus yang bisa dimanfaatkanj oleh jasa konstruksi di daerah, jadi ada multiplayer effect bagi daerah. Sehingga para pengusaha di badan usaha jasa konstruksi di daerah kompetensinya meningkat dan mereka mampu menjadi aktor utama,” lanjut Rahmatullah.

Ketua Panitia, Mochammad Hamzah ST, menambahkan Munas dan Rapimnas Askonas adalah mekanisme organisasi yang berlaku setiap lima tahunan.

"Di Munas dan Rapimnas ini diikuti perwakilan Askonas dari seluruh provinsi akan mengatur rumah tangga oragnisasi hingga tentang sertifikasi badan usaha maupun para ahli di bidang jasa konstruksi,” tandas Hamzah.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved