Berita Tulungagung

Penambangan Pasir Ilegal di Sungai Brantas Tulungagung Makin Marak, Ini yang Dilakukan Jasa Tirta

Satpol PP Pemprov Jatim bersama Perum Jasa Tirta melakukan sosialisasi kepada penambang pasir di Sungai Brantas Tulungagung

Penambangan Pasir Ilegal di Sungai Brantas Tulungagung Makin Marak, Ini yang Dilakukan Jasa Tirta
david yohanes/surya
Papan larangan penambangan pasir di Sungai Brantas yang dipasang para pihak terkait, di jalan masuk ke sisi selatan Sungai Brantas Tulungagung 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Satpol PP Pemprov Jatim bersama Perum Jasa Tirta melakukan sosialisasi kepada penambang pasir di Sungai Brantas Tulungagung, Kamis (29/8/2019). Seperti materi sebelumnya, sosialisasi ini terkait larangan penggunaan mesin dalam penambangan pasir di Sungai Brantas.

Sebelumnya, Perum Jasa Tirta dan pihak-pihak terkait sudah memasang papan larangan penambangan di Sungai Brantas. Meski sudah diberi papan larangan itu, aktivitas penambangan pasir masih marak.

Kepala Sub Divisi ASA I/3 Perum Jasa Tirta, Hadi Witoyo kembali menegaskan, pihaknya tidak berhak melakukan penertiban penambang pasir ilegal ini.

“Yang berhak menertiban polisi dan Satpol PP,” ujar Hadi.

Karena itu Hadi mengaku telah bersurat kepada dua instansi itu, terkait keberadaan penambangan pasir ilegal di Sungai Brantas.

Bahkan menurutnya, surat sudah dikirim dua kali, namun belum ada respon penertiban.

Titik penambangan ada delapan, mulai dari Kademangan hingga Ngantru, namun jumlah mesin penyedot semakin berkurang.

“Hasil pemantauan kami, jumlah titiknya tetap tapi jumlah mesin penyedotnya semakin berkurang,” ungkap Hadi.

Namun penggunakan alat berat ekskavator justru mengalami peningkatan.

Awalnya hanya ada satu ekskavator, namun setelah ada papan larangan justru menjadi 4 ekskavator.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved