Berita Sidoarjo

Pemerintah Pusat Gerojok Desa Watesari Balongbendo Sidoarjo Dana Rp 1,3 Miliar untuk Program ini

Bupati Saiful Resmikan Pembangunan Gedung Pusat Pengembangan dan Pengolahan Belimbing Desa Watesari

Pemerintah Pusat Gerojok Desa Watesari Balongbendo Sidoarjo Dana Rp 1,3 Miliar untuk Program ini
Foto: kukuh kurniawan
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah saat menandatangani prasasti dimulainya pembangunan Gedung Pusat Pengembangan dan Pengolahan Belimbing Desa Watesari Kecamatan Balongbendo, Rabu (28/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa (Kemendes)  menyalurkan dana Rp 1,3 miliar untuk program Pilot Inkubasi Inovasi Desa (PIID) dan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL).

Program tersebut direalisasikan berupa pembangunan Gedung Pusat Pengembangan dan Pengolahan Belimbing Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah meresmikan dimulainya pembangunan gedung tersebut, Rabu (28/8/2019).

Salah satu tujuannya guna meningkatkan kualitas kelembagaan ekonomi, kegiatan produksi, dan jaringan pasar dari kegiatan ekonomi masyarakat di pedesaan melalui kemitraan.

 Sedang Camat Balongbendo, Puguh dalam sambutannya mengatakan Desa Watesari mendapatkan anggaran  Rp 1,3 miliar dari Kemendes melalui PIID dan PEL dalam mewujudkan inovasi dan pengembangan berkelanjutan sebagai desa agrowisata belimbing.

"Tentunya inovasi yang telah dilakukan oleh desa Watesari ini bisa menjadi contoh bagi desa yang lain dalam mengelola potensi desanya," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, hampir setahun ini pengolahan blimbing telah berjalan, namun pihaknya masih merasa perlu adanya bimbingan dan pengembangan untuk hal tersebut.

"Melalui program PIID dan PEL dari Kemendes inilah diharapkan semua inovasi ini bisa segera direalisasikan dan terus bisa melakukan pengembangan," tambahnya.

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh desa Watesari. Dalam usahanya meningkatkan tingkat perekonomian rakyat melalui Bumdes yang telah dibentuk berupa desa Agrowisata Belimbing ini.

"Pemerintahan desa harus bisa berinovasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Apalagi saat ini undang - undang desa telah memberikan kewenangan luas tentang asal usul dan pengelolaan desa," terangnya.

Saiful menambahkan Kemendes melalui PIID dan PEL telah merealisasikan inovasi yang dilakukan desa dalam pembangunan dan pertukaran pengetahuan secara profesional.

"Dengan demikian akan menjawab layanan teknis yang berkualitas sehingga akan terwujud peningkatan perekonomian desa. Yang nantinya akan menghasilkan kesejahteraan masyarakat desa," tandasnya.

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved