Berita Surabaya

Keseruan Mahasiswi Asing Belajar Menulis Aksara Jawa di Ubaya, 'Hanacaraka Itu Seperti Melukis'

Pengalaman menulis aksara Jawa (Javanese Calligraphy) menjadi tantangan tersendiri bagi Lea Khatarina Feicks

Keseruan Mahasiswi Asing Belajar Menulis Aksara Jawa di Ubaya, 'Hanacaraka Itu Seperti Melukis'
surya/ahmad zaimul haq
Sebanyak 26 mahasiswa asing dari 10 negara mengikuti kegiatan Javanese Calligraphy dalam rangkaian Ubaya Summer Program 2019 di Perpustakaan Universitas Surabaya (Ubaya), Kamis (29/8/2019). Kegiatan itu untuk mengenalkan salah satu aksara tradisional Nusantara dan mengenalkan kesenian dan budaya asli Indonesia melalui pengenalan dan penulisan aksara Jawa atau Hanacaraka. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengalaman menulis aksara Jawa (Javanese Calligraphy) menjadi tantangan tersendiri bagi Lea Khatarina Feicks. Mahasiswi asal Jerman ini adalah satu dari 26 mahasiswa asing dari 10 negara yang tengah mengikuti kegiatan Ubaya Summer Program 2019.

Feick dan mahasiswa asing lainnya menulis aksara jawa Hanacaraka atau aksara carakan beserta pasangannya (sandhangan). Mereka kemudian menuliskan nama panggilan masing-masing dalam huruf aksara Jawa.

"Saya tertarik kaligrafi Jawa. Aksara Jawa ini seperti melukis," katanya, Kamis (29/8/2019).

Summer Program 2019 Ubaya, Kenalkan Mahasiswa Asing Tulis Aksara Jawa Hanacaraka

Ia mengaku sering melukis. Namun, untuk Javanese Calligraphy kali pertama dilakukannya saat berada di Indonesia.

Ia dan rekan-rekannya berkreasi menghias dan melukis tulisan pada media kayu berbentuk gantungan kunci menggunakan cat akrilik.

"Saya sering melukis, tetapi tentang budaya Javanese Calligraphy baru pertama. Mirip seperti melukis, awalnya saya rasa sulit tetapi seperti melukis," sambungnya.

Namun, saat pelafalan rangkaian kalimat aksara Jawa, ia mengaku kesulitan dengan konsonan yang diucapkan pada kalimat Jawa.

"Saya senang selama belajar di sini. Tulisan ini saya bawa ke Jerman," ujarnya.

Dosen Program Studi Desain Fashion dan Lifestyle Fakultas Industri Kreatif (FIK) Ubaya, Christabel Annora Paramita Parung ST MSc, menjelaskan aksara Jawa merupakan aksara Tradisional Nusantara yang perlu dilestarikan.

Selain itu, juga perlu dikenalkan kepada dunia melalui berbagai kegiatan satu di antaranya praktik langsung bersama mahasiswa asing.

"Kami ingin memperkenalkan kesenian dan budaya asli Indonesia berupa tulisan yaitu aksara Jawa. Kami mengajak mahasiwa asing untuk mengenal bagaimana tulisannya sekaligus mempraktikkan secara langsung dengan menulis nama mereka menggunakan aksara Jawa," tandas Christabel.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved