Berita Sidoarjo

Diringkus Polisi, Pengedar Plus Pemakai Sabu Ini Beralasan untuk Stamina dan Tambahan Uang Gaji

Saat petugas melakukan patroli di Jalan Raya Bringinbendo ada seseorang terlihat mencurigakan.

Diringkus Polisi, Pengedar Plus Pemakai Sabu Ini Beralasan untuk Stamina dan Tambahan Uang Gaji
TribunJatim.com/Kukuh Kurniawan
Kedua tersangka narkoba saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Taman, Sidoarjo, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

SURYA.co.id | SIDOARJO -
Polsek Taman, Sidoarjo, berhasil meringkus dua tersangka narkoba. Menurut Kapolsek Taman, AKP Himmawan Setiawan mengatakan penangkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat

"Kami tindak lanjuti laporan tersebut dan ternyata benar. Saat petugas melakukan patroli di Jalan Raya Bringinbendo ada seseorang yang berjalan menggunakan sepeda motor terlihat mencurigakan. Kami hentikan orang tersebut lalu melaksanakan penggeledahan," ujarnya, Kamis (29/8/2019).

Ternyata benar, dalam saku jaketnya ditemukan bungkus rokok yang berisi sabu seberat 0,26 gram.

"Pelaku pemakai narkoba yang diketahui bernama Muhammad Fatkulloh Ramadhan (18), warga Dusun Kempreng, Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, tersebut kami tangkap lalu dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan," terang Himmawan.

Dari pengakuan tersangka, sabu didapat dari temannya yaitu Saifuddin Zuhri (20), warga Kampung Megare, Kelurahan Karangpilang, Surabaya.

"Akhirnya kami langsung lakukan penangkapan kepada tersangka kedua. Dan tersangka kedua ini mengaku barang haram tersebut juga diperolehnya dari seseorang yang tak dikenalnya dengan inisal S," tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka kedua, diketahui selain menjual, dirinya juga pemakai.

"Tersangka kedua ini beralasan memakai sabu untuk stamina kerja. Sedangkan niat untuk menjual sabu sebagai tambahan uang gajinya," beber Himmawan.

Kedua pelaku saat ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Mapolsek Taman.

"Kedua pelaku diancam pasal 114 UU Narkotika. Dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," tandasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved