Berita Surabaya

Cerita Johanna Limantara, Mahasiswi UK Petra, Buat Meja dari Ampas Kopi, 'Masih Banyak Peluangnya'

di tangan mahasiswi UK Petra Johanna Limantara (22), ampas kopi menjadi bahan interior meja

Cerita Johanna Limantara, Mahasiswi UK Petra, Buat Meja dari Ampas Kopi, 'Masih Banyak Peluangnya'
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
Mahasiswi UK Petra, Johanna (kiri), menunjukan desain interior meja dari bahan alternatif ampas kopi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama ini, ampas kopi kerap dibuang karna dianggap tak ada manfaatnya. Namun di tangan mahasiswi UK Petra Johanna Limantara (22) menjadi interior meja.

Butuh waktu satu hingga dua bulan mahasiswi Prodi Desain Interior ini untuk membuat tatakan meja dari sisa seduhan kopi.

Mahasiswa UK Petra Surabaya Sulap Ampas Kopi Jadi Bahan Meja, Hunting Sisa Kopi ke Kafe-Kafe

"Ini ampas campuran cukup mengeringkan ampas kopi dicampur lem kemudian dicetak, bisa dicetak motif juga," kata Johanna Limantara di UK Petra, Kamis (29/8/2019).

Ide kreatifnya bukan tanpa halangan, Johanna mengaku sempat menginovasikan dengan campuran material lain seperti semen namun justru gagal.

Mahasiswa dengan judul tugas akhir 'Penggunaan Ampas Kopi Sebagai Material Alternatif Pada Produk Interior' ini terus berusaha berkreasi dengan ampas kopi.

Johanna bercerita sempat membuang banyak ampas kopi lantaran menjamur saat disimpan di toples.

"Ampas kopi tidak bisa ditabung, tidak bisa disimpan. Saya pernah coba nimbun di toples supaya praktis tetapi tetap jamuran meskipun sudah dikeringkan," kata mahasiswa asal Sutorejo Surabaya.

Ampas kopi campuran yang dimintanya dari kafe-kafe di Surabaya itu kemudian dicetak menjadi meja.

"Kesulitannya juga mencari tukang untuk membuat bingkai meja dengan material kopi," kata dia.

Ke depannya, Johanna akan mengembangkan ampas kopi sebagai bahan material interiornya dengan memunculkan aroma kopi.

Sebab, dari cetakan kopi miliknya masih belum muncul aroma kopi.

Johanna menilai banyak peluang untuk mengembangkan material ampas kopi untuk dibuat meja maupun karpet.

"Bahannya lentur jadi juga bisa dibuat untuk karpet atau kursi. Ini kan masih konvensional, jadi pengeringannya lama. Aroma kopi juga belum muncul jadi bisa dikembangkan lagi tetapi untuk branding sudah dibuat," tutup dia.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved