Berita Trenggalek

Ada yang Berbeda saat Arak-Arakan Pusaka HUT Trenggalek Ke-825 Pada 31 Agustus 2019

Ada yang beda dengan arak-arakan pusaka di puncak Hari Jadi Kabupaten Trenggalek Ke-825 pada 31 Agustus nanti.

Ada yang Berbeda saat Arak-Arakan Pusaka HUT Trenggalek Ke-825 Pada 31 Agustus 2019
surya.co.id/aflahul abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menerima pusaka setelah dijamas, Kamis (15/8/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Ada yang beda dengan arak-arakan pusaka di puncak Hari Jadi Kabupaten Trenggalek Ke-825 pada 31 Agustus nanti.

Arak-arakan itu akan turut membawa panganan polopendem dan air yang dihimpun dari sumber mata air di tiap kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

“Simbolnya, selain kita harus punya jiwa kepahlawanan, di Hari Ulang Tahun juga jangan sampai Trenggalek kurang pangan dan kurang air,” kata Bupati Mochamad Nur Arifin, usai Jamasan Pusaka, Kamis (29/8/2019).

Selain itu, kereta yang akan dinaiki bupati sepanjang arak-arakan juga berbeda dengan kendara tahun lalu.

Kata pria yang akrab siapa Mas Ipin itu, Trenggalek mendapat pinjaman kereta dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Jadi kami memang lagi ingin mengembangkan semua daerah, terutama sisi Selatan. Kecamatan Panggul dan Munjungan,” kata Mas Ipin.

Pada tahun ini, pembangunan infrastruktur Jalur Lintas Selatan (JLS) penghubung Prigi-Panggul-Munjungan akan dibangun pemkab.

Jalan ini di luar rencana pembangunan JLS oleh pemerintah pusat.

“Kalau cuma infrastruktur, tidak ada arus perekonomian yang masuk, tidak ada kerja sama yang bisa dibangun kawasan selatan, kan sangat disayangkan,” ungkapnya.

Hal itu juga merupakan salah satu tindaklanjut kerja sama antara Kabupaten Trenggalek dan Daerah Istimewa Yogjakarta dibidang budaya, ekonomi, dan pariwisata.

“Juga orang biar paham bagaimana prosesi Solo dan Jogja,” ujar dia. Pada tahun-tahun sebelumnya, suasana perayaan HUT Trenggalek lekat dengan budaya khas Surakarta.

Perbedaan terkahir, Bupati berencana membagikan pupuk gratis kepada para petani di hari jadi.

Kata Mas Ipin, pembagian pupuk karena mayoritas warga Trenggalek bermatapencaharian sebagai petani.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved