Berita Surabaya

4 Postingan WA dan 1 Video Jerat Susi Jadi Tersangka Kasus Bentrokan di Asrama Papua Surabaya

Bukti ujaran kebencian dan provokasi massa berdasarkan aktivitas percakapan di media sosial, WhatsApp (WA) sebagai berikut

4 Postingan WA dan 1 Video Jerat Susi Jadi Tersangka Kasus Bentrokan di Asrama Papua Surabaya
SURYA.co.id/Luhur Pambudi
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan bukti postingan ujaran kebencian yang dilakukan Susi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polda Jatim mengungkap konten ujaran kebencian dan provokasi menggunakan berita hoax yang dilakukan korlap aksi ormas Tri Susanti alias Susi hingga berujung bentrok.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Cecep Susatiya mengatakan, Susi terbukti melakukan ujaran kebencian dan provokasi massa berdasarkan aktivitas percakapan di media sosial, WhatsApp (WA).

"Di sini dia menyampaikan kata-kata ini yang menyebabkan amarah," katanya di Balai Wartawan Gedung Humas Mapolda Jatim, Kamis (29/8/2019).

Sedikitnya ada empat postingan WA yang dilakukan oleh Susi dalam sebuah grup WA

Kemudian, ujaran provokasi yang terekam dalam sebuah bukti video di media televisi nasional.

Cecep mengungkapkan, bukti ujaran kebencian dan provokasi massa berdasarkan aktivitas percakapan di media sosial, WhatsApp (WA) sebagai berikut.

Postingan tanggal 14 Agustus 2019, isinya;

Postingan berisi undangan rapat persiapan aksi ke Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Tambaksari Surabaya, yang dilaksanakan pukul 19.00 WIB di warung Kahuripan, Jalan Penataran 17 Surabaya. Materi pertemuan rencana pemasangan bendera merah putih di depan Asrama Mahasiswa Papua dan tertulis pengundangnya, Susi Rohmadi atau Tri Susanti.

Postingan tanggal 15 Agustus 2019, berisi;

"Alasan akan dibuat besar digoreng oleh mereka bila butuh perhatian internasional semoga hanya dendam ke coklat saja masalah penahan mahasiswa di Polda Papua"

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved