Penjelasan PLN Soal Pembuat Stempel yang Didenda Rp7,1 Juta Karena Dituduh Mencuri Listrik

PLN angkat bicara soal pembuat stempel yang dituduh mencuri listrik di Sengkaling, Kabupaten Malang. Ini penjelasannya..

Penjelasan PLN Soal Pembuat Stempel yang Didenda Rp7,1 Juta Karena Dituduh Mencuri Listrik
SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya
Manager Transaksi dan Energi PLN Area Malang, Bambang Widianto, saat ditemui di kantornya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - PLN Area Malang memberikan klarifikasi perihal dugaan kasus pencurian listrik oleh Taruna, warga Jalan Sengkaling, Kacamatan Dau, Kabupaten Malang.

Manager Transaksi dan Energi (TE) PLN Area Malang, Bambang Widianto menuturkan, petugasnya menemukan lubang pada kabel PLN ketika penertiban dan pemeriksaan tenaga listrik (P2TL) di rumah Taruna, Selasa (27/8/2019).

Adanya lubang pada kabel itu kata dia, mempengaruhi batas daya dan pengukuran energi.

"Saat petugas datang, petugas menemukan lubang di kabelnya. Kalau kabel itu lubang, masuk pelanggaran. Pelanggaran kategori III," ujar Bambang ketika ditemui di kantornya, Rabu (28/8/2019).

Ia menambahkan, apabila bentuk pelanggaran dapat dilihat secara fisik dan jelas, tidak dibutuhkan uji laboratorium. Dalam kasus yang menimpa Taruna, uji laboratorium Bambang anggap tidak perlu dilakukan.

"Kalau sudah terbukti nggak usah uji lab, kan artinya sudah lubang," katanya.

Bambang mengatakan, PLN tidak mencari pelaku pelanggaran tetapi berpatokan pada persil atau bangunan pemakai tenaga listrik.

"Kami patokannya persilnya, bukan mencari pelaku. Artinya jika itu bangunan melakukan pelanggaran, maka kami putus. Dan wajib membayar denda," ucapnya.

Ketika ditanya apakah petugas P2TL telah memenuhi prosedur saat melakukan tugasnya, Bambang mengiyakan.

"Saya rasa sudah sesuai ya. Dan memang ditemukan kabel lubang itu tadi," tutupnya.

Sebelumnya, Taruna merasa ditipu setelah tiga orang petugas PLN menyambangi rumahnya. Usai mengecek meteran listrik, petugas PLN itu memberitahukan bahwa ada kabel listrik yang diganti dan dia diminta menandatangani berita acara penggantian kabel.

"Lalu mereka bilang meteran saya disegel. Penyebabnya apa saya disuruh ke Kantor PLN Rayon Dinoyo. Dari sana, saya dikasih tahu kalau nyuri listrik dan diminta bayar denda Rp 7,1 juta," cerita Taruna.

Taruna semakin kecewa lantaran petugas yang saat itu tidak terbuka. Kabel yang diduga dilubangi, juga tidak ditunjukkan dan serta merta dibawa.

"Kalau misal menuduh saya mencuri, ya tunjukkan mana buktinya. Bukan saya disuruh tanda tangan pergantian kabel, kabelnya juga dibawa lalu saya diminta bayar," tutup dia.

Pembuat Stempel di Malang Didenda Rp7,1 Juta Karena Dituduh Mencuri Listrik PLN

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved