2 Tahun Bebas Karena Salah Redaksional Dalam Putusan MA, Pelaku Asusila Anak Akhirnya Diciduk

Selama 2 tahun, terpidana kekerasan seksual terhadap anak bisa bebas karena kesalahan redaksional di putusan MA. Kini dia pun ditangkap.

2 Tahun Bebas Karena Salah Redaksional Dalam Putusan MA, Pelaku Asusila Anak Akhirnya Diciduk
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Terpidana kasus pencabulan anak, Bayu Samodra saat ditangkap Kejari Kota Madiun 

SURYA.co.id|MADIUN - Terpidana kasus pencabulan anak di bawah umur, Bayu Samodra (24), akhirnya ditangkap oleh Tim dari Kejaksaan Negeri Kota Madiun bersama Polres Madiun Kota, Rabu (28/9/2019) siang.

Pemuda bertubuh tambun ini dieksekusi oleh anggota Reserse Polres Madiun Kota saat melihat Karnaval Kemerdekaan di Kota Madiun. Bayu ditangkap tanpa perlawanan.

Polisi yang menangkap Bayu Samodra, kemudian membawanya ke kantor Kejari Kota Madiun untuk menandatangani berita acara pelaksanaan putusan pengadilan.

Pantauan di lokasi, Bayu yang mengenakan kaus dan celana pendek, tampak didampingi oleh ayah dan kekasihnya.

Selama dikeler, Bayu tampak santai. Sementara ayahnya sempat meminta jaksa agar menutup pintu ruang Kasi Pidum saat penandatangan berita acara pelaksanaan putusan pengadilan sehingga wartawan tidak dapat mengambil gambar.

"Kalau informasinya, diamankan di jalan, pada saat terpidana melihat karnaval, diamankan oleh anggota Polres Madiun Kota," kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Madiun Abdul Rasyid, saat ditemui di Kejari Kota Madiun, usai proses eksekusi, Rabu (28/9/2019) siang.

Dia menuturkan, saat diamankan, terpidana pencabulan ini tidak melakukan perlawanan. Terpidana selanjutnya dibawa ke Lapas Kelas 1 Madiun menggunakan mobil tahanan milik Kejari Kota Madiun.

"Tadi tidak ada perlawanan. Kami mengucapkan terimakasih, tadi juga diantar ayahnya dan wanita yang menurut keterangan terpidana, pacarnya," jelasnya.

Dia mengatakan, terpidana kasus pencabulan anak ini baru bisa dieksekusi sekarang meski Mahkamah Agung telah memutus bersalah dan menjatuhi hukuman pidana penjara selama lima tahun, pada Desember 2017.

Sebab, pada putusan tersebut terdapat kesalahan redaksional sehingga harus dilakukan pembetulan atau renvooi petikan putusan. Setelah hampir dua tahun, tepatnya pada 13 Agustus 2019, MA kembali mengeluarkan surat putusan yang telah dilakukan pembetulan..

Halaman
1234
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved