Citizen Reporter

Semangat Kemerdekaan Untuk Melestarikan Budaya dan Melindungi Anak Bangsa

Di sini, warga berinisiatif untuk melakukan kesepakatan bersama untuk melakukan perlindungan terhadap anak dan menolak segala kekerasan terhadap anak.

Semangat Kemerdekaan Untuk Melestarikan Budaya dan Melindungi Anak Bangsa
citizen reporter
Karnaval dan pawai budaya dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-74 yang digelar Surabaya Children Crisis Centre (SCCC) bersama warga Waringin Gang Kedurus RT. 02 RW. 06, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya 

SURYA.co.id | Surabaya Children Crisis  Centre (SCCC) bersama warga Waringin Gang Kedurus RT 02/RW 06, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, bersama-sama menyelenggarakan karnaval dan pawai budaya dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-74.

Kegiatan yang mengusung tema Kita Anak Indonesia Kita Gembira ini digelar sekaligus untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN). 

Kegiatan ini dilangsungkan pada 25 Agustus 2019 di wilayah Waringin Gang Kedurus.

Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan pawai karnaval budaya, kemudian dilanjutkan dengan teaterikal bahaya gadget, pembacaan puisi, dan flashmob tarian remo massal,  lalu diakhiri dengan deklarasi dan penandatanganan kesepakatan warga untuk menolak kekerasan terhadap anak.

Menurut Yahya, Ketua RT setempat, kegiatan karnaval ini dikemas dengan nuansa budaya. Para peserta memakai pakaian adat daerah yang ada di Indonesia.

"Anak-anak harus dikenalkan lagi tentang budaya-budaya yang ada di daerahnya agar mereka bisa menghargai dan mengenal beraneka ragam budaya yang dimiliki oleh bangsa ini," kata Yahya.

Selain itu kegiatan yang melibatkan anak-anak dan orang tua ini juga sebagai bentuk perhatian warga terhadap masa depan anak-anak sebagai generasi penerus masa depan bangsa yang harus dilindungi dan dijauhkan dari segala bentuk kekerasan.

Kirab pawai budaya ini diikuti kurang lebih 200 peserta dari anak-anak sampai orang dewasa.

Peserta yang hadir bukan hanya dari warga Waringin Gang Kedurus, namun juga diikuti oleh kelompok Pos Paud Terpadu Anggrek dari Kelurahan Sonokwijenan, Kec. Sukomanunggal, Surabaya, yang didampingi oleh Ibu Nurul selaku pendamping anak-anak.

Selain berpakaian adat, para peserta juga membawa poster-poster ajakan untuk melakukan perlindungan terhadap anak dan menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved