Techno
Cara Mudah Membuat CCTV dari Hp Android atau iPhone Bekas, Bisa Dikendalikan dari Jarak Jauh
Tak perlu repot beli dan pasang CCTV, ternyata ada cara mudah membuat CCTV sendiri menggunakan Hp android dan iPhone bekas
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Tak perlu repot beli dan pasang CCTV, ternyata ada cara mudah membuat CCTV sendiri menggunakan Hp android dan iPhone bekas
Bagi kamu yang tak ingin ribet, cara membuat CCTV dari Hp android dan iPhone bekas ini mungkin bisa sangat membantu
Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Ponsel Android dan iPhone Bekas Bisa Dijadikan CCTV, Begini Caranya', berikut cara mudah membuat CCTV dari Hp android dan iPhone bekas
Pertama, siapkan dua buah smartphone, bisa Android atau iPhone. Dua ponsel itu nantinya bakal memiliki fungsi berbeda.
Sebut saja ponsel A sebagai kamera CCTV dan ponsel B sebagai perangkat untuk memonitor kamera tersebut.
Kedua, siapkan adapter charger atau power bank untuk mengisi daya smartphone.
Jika menggunakan charger, pastikan ponsel A diletakkan di dekat sumber listrik.
Ketiga, siapkan akun Google baru atau akun yang tidak terpakai.
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi masalah-masalah keamanan atau privasi, yang mungkin bisa saja terjadi ketika Anda menggunakan aplikasi kamera CCTV yang akan digunakan.
Keempat, unduh aplikasi Alfred Home Camera Security di PlayStore untuk ponsel Android, atau AppStore untuk iOS/iPhone.
Untuk Hp android bisa didownload di link ini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ivuu&hl=in
Aplikasi ini harus dipasang di dua ponsel yang sudah disiapkan sebelumnya.
Jika semua sudah disiapkan, mari kita jawab pertanyaan terkait cara mengubah sebuah ponsel menjadi CCTV.
Pertama-tama, buka aplikasi Alfred Home Camera Security di ponsel A dan login (masuk) menggunakan akun Google yang baru atau yang tidak terpakai.
Setelah masuk akun Google, pilih ikon "Camera" di halaman "I use this device as a" kemudian klik tombol "Get started!".
Setelah itu, ponsel A akan menampilkan gambar yang dibidik oleh kamera. Anda kemudian bisa meletakkan ponsel A ini di berbagai penjuru rumah yang ingin dipantau.
Perlu dicatat, ponsel A ini harus tetap terhubung dengan jaringan internet atau Wi-Fi untuk menjaga status kamera CCTV tetap "Live".
Untuk memantau ponsel A tadi, Anda bisa streaming apa yang ponsel A bidik melalui ponsel B.
Caranya buka aplikasi Alfred Home Security Camera di ponsel B dan masuk menggunakan akun Google yang dipakai di ponsel A. Lalu, pilih ikon "Viewer" dan klik tombol "Get started!".
Setelah terhubung dengan ponsel A, maka layar ponsel B akan menampilkan apa yang dibidik oleh ponsel A.
Uniknya, Anda bisa melakukan sejumlah kontrol jarak jauh terhadap ponsel A. B
eberapa fungsi yang bisa dikontrol dari ponsel B mencakup mengubah mode pemantauan (landscape/portrait), mengganti mode kamera (depan/belakang), menyalakan lampu LED flash, hingga mengaktifkan modus malam.
Selain memasang aplikasi Alfred Home Security Camera di ponsel B, Anda juga bisa melakukan streaming terhadap ponsel A di situs https://alfred.camera/webapp.
Untuk memantau melalui situs tersebut, Anda cukup masuk menggunakan akun Google yang dipakai di ponsel A dan setelah itu Anda langsung bisa memantau aktivitas yang dibidik ponsel A.
Anda juga bisa melakukan kontrol jarak jauh terhadap ponsel A, seperti menyalakan LED Flash, melalui website pemantau Alfred Home Security Camera ini.
CCTV Rawan Dibajak
Kamera CCTV (Closed-Circuit TV) seharusnya membuat penggunanya lebih aman.
Namun, beberapa malware telah berhasil mengubah kamera CCTV menjadi senjata makan tuan.
Dilansir KompasTekno, Senin (26/0/2015) dari Engadget, beberapa peneliti dari Incapsula menemukan kode yang mengubah kamera CCTV di mall, perkantoran, rumah warga dan tempat-tempat umum lainnya menjadi botnet atau robot software.
Usai "dibajak" botnet, kamera tersebut berubah jadi mata-mata yang dikendalikan para peretas.
Sejauh ini, setidaknya ada 900 kamera CCTV berbasis Linux yang telah teridentifikasi sebagai botnet.
Fungsinya untuk membantu peretas mencuri dan mengumpulkan data pengguna.
Selanjutnya, data dikirim ke layanan cloud berkapasitas besar yang dimiliki peretas.
Dalam hal ini, untuk beberapa kamera CCTV yang sistem keamanannya lebih lemah, data pengguna bisa diretas oleh lebih dari satu peretas.
Diketahui, ada jutaan kamera CCTV terhubung yang tersebar di seluruh dunia.
Beberapa di antaranya belum disisipkan sistem keamanan yang mumpuni.
Akibatnya, malware dan botnet mudah disisipkan.
Untuk itu, para vendor CCTV harus memproduksi perangkat dengan keamanan lebih memadai.
Atau setidaknya mengedukasi pengguna terkait cara-cara mengamankan diri dari kemungkinan peretasan.
Jika tidak, resiko peretasan akan semakin masif.
Ironisnya, peretasan justru terjadi melalui sebuah perangkat yang disebut-sebut sebagai penjaga keamanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/cara-mudah-membuat-cctv-dari-hp-android-atau-iphone-bekas.jpg)