Single Focus

YPAC Sebut Masyarakat Perlu Paham Cara Berinteraksi dengan Difabel

Fasilitas bagi penyandang difabel di Kota Surabaya dinilai belum cukup oleh Aurelia Agatha dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya.

YPAC Sebut Masyarakat Perlu Paham Cara Berinteraksi dengan Difabel
foto: istimewa
Aurelia Agatha 

SURYA.co.id, SURABAYA - Fasilitas bagi penyandang difabel di Kota Surabaya dinilai belum cukup oleh Aurelia Agatha dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surabaya.

Menurut Agatha, Surabaya memang telah mengarah ke kota yang ramah difabel, namun perjalanan masih jauh.

"Fasilitas bagi difabel di ruang umum belum mumpuni. Misalnya fasilitas gedung dan transportasi umum," kata Agatha, Senin (26/8/2019).

Ia mencontohkan fasilitas di dalam mal yang belum lengkap, seperti akses masuk, tanda difabel di lift hingga parkiran.

Yang sudah mulai ramah difabel menurutnya adalah Tunjungan Plaza 5, karena sudah menyediakan jalur khusus tepat di sebelah tangga lengkap dengan pegangan tangan, sehingga difabel maupun pengguna kursi roda bisa melewati dengan mudah.

Supaya lebih ramah difabel, Agatha menyarankan penambahan guiding block dari pintu masuk mal menuju tempat penting seperti toilet dan lift.

Fasilitas untuk di tempat pemberhentian bus maupun di dalam angkutan umum juga ia rasa sangat kurang.

"Di bus stop, angkot, itu kan harusnya difabel bisa didahulukan," ucapnya.

Tak ketinggalan, Agatha menyoroti kurangnya fasilitas difabel di taman-taman Surabaya.

Ia menyebut, seharusnya tiap taman di Surabaya dilengkapi dengan toilet khusus difabel, jalan khusus, akses alternatif dan pegangan tangan.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved