Berita Mojokerto

PN Mojokerto: Pidana Tambahan Kebiri Terhadap Pelaku Persetubuhan Paksa pada Anak Sudah Sesuai UU

Korban rata-rata usia anak TK. Terdakwa melakukan kejahatan secara acak, keliling komplek dan sekolahan ketemu anak kecil langsung dibekap

PN Mojokerto: Pidana Tambahan Kebiri Terhadap Pelaku Persetubuhan Paksa pada Anak Sudah Sesuai UU
SURYA.co.id/Febrianto Ramadani
Humas Pengadilan Negeri Mojokerto, Erhammudin memberikan keterangan, Senin (26/8/2019) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pidana tambahan berupa kebiri kimia yang diberikan kepada terdakwa kasus persetubuhan paksa dan kekerasan kepada anak, Muh Aris (20) dinilai sudah sesuai UU Nomor 17 Tahun 2016 dalam ketentuan Pasal 81 ayat 5 dan ayat 7.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Erhammudin mengatakan, perkara atas nama Aris telah terdaftar di Kabupaten dan Kota Mojokerto.

Pemuda di Mojokerto Dikebiri Karena Terbukti 9 Kali Lakukan Persetubuhan Paksa Terhadap Anak-anak

Kejati Jatim Berkoordinasi dengan Kejagung Soal Hukuman Kebiri ke Pemuda di Mojokerto

 “Ada dua perkara atas nama Aris, di Kabupaten terdaftar dalam Nomor 79 Pidsus Tahun 2019, yang kedua Nomor 65 dan 69. Perkara putusan ada pidana tambahan kebiri kimia ada di dalam perkara kabupaten,” ungkapnya, Senin (26/8/2019).

Jadi jaksa dalam hal ini, lanjut Erhammudin, mendakwakan untuk kabupaten secara subsidiritas primer Pasal 81 76d, Pasal 81 ayat 1 subsider 76e, dan Pasal 81 ayat 1.

Menurutnya, PN Mojokerto sependapat dengan penuntut umum bahwa, terdakwa dalam perkara 69 telah melanggar ketentuan pasal 76d.

“Itu menurut majelis hakim sependapat. Mengenai pidana tambahan kebiri kimia tersebut, berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2016 dalam ketentuan Pasal 81 ayat 5 dan ayat 7 yang menyatakan bahwa, salah satunya lebih dari satu kali, ketentuan maksimal bisa ditambah dalam UU,” katanya.

Sehingga, lanjut Erhammudin, dalam Pasal 81 ayat 5 dan ayat 7 menyatakan bahwa, salah satunya telah melakukan lebih dari satu kali.

Ketentuan maksimal bisa ditambah dalam UU sehingga, Pasal 81 ancaman 15 tahun maksimal bisa sampai 20 tahun, seumur hidup maupun hukuman mati.

“Dalam Pasal 81 ayat 7 di situ apabila ketentuan Pasal 5 diberlakukan, maka bisa dikenai pidana tambahan berupa kebiri kimia. Dan hal tersebut dalam perkara ini, menurut majelis hakim PN Mojokerto yang mengadili perkara nomor 69 atas nama Muh Aris, unsur-unsur yang disebutkan tersebut telah terbukti oleh terdakwa,” jelasnya.

Erhammudin menambahkan, untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat, putusan pidana tambahan berupa kebiri kimia dinilai sebagai putusan terbaik PN Mojokerto.

Perkara tersebut sudah inkrah, diterima oleh PN Mojokerto tertanggal (4/7/2019) dan (25/7/2019) diserahkan penuntut umum sebagai eksekutor.

Halaman
12
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved