Berita Surabaya

Kejati: Hukuman Kebiri Terdakwa Rudapaksa 9 Anak di Mojokerto Kemungkinan Bisa Batal Jika Ajukan Ini

Hukuman kebiri kimia yang diterima Muh Aris (20) kemungkinan bisa batal jika mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK)

Kejati: Hukuman Kebiri Terdakwa Rudapaksa 9 Anak di Mojokerto Kemungkinan Bisa Batal Jika Ajukan Ini
TribunJatim.com/Syamsul Arifin
Aspidum Kejati Jatim, Asep Maryono saat ditemui di Kejati Jatim, Senin, (26/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hukuman kebiri kimia yang diterima Muh Aris (20) kemungkinan bisa batal jika terdakwa rudapaksa sembilan anak di Mojokerto itu mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK). Namun, Aspidum Kejati Jatim, Asep Maryono, menyatakan upaya PK ini tidak mudah lantaran harus disertai bukti baru agar hakim mempertimbangkan keringanan atau bahkan penghapusan hukuman kebiri kimia itu.

"Bukti baru itu wajib. Jika memang ingin hukuman itu dibatalkan, jalan satu-satunya yaa lewat PK itu," kata Asep, Senin, (26/8/2019). 

Asep menyebut vonis kebiri kimia ini merupakan fenomena pertama kalinya. Namun, eksekusi hukuman kebiri kimia itu baru akan dijalankan seusai Aris menjalankan hukuman pidana penjara 12 tahun terlebih dahulu. 

Pengakuan Terdakwa Rudapaksa 9 Anak di Mojokerto, Muh Aris: Mending Dihukum Mati daripada Dikebiri

"Untuk teknisnya ini kami menunggu hukuman penjara dulu 12 tahun baru menjalankan hukuman tambahan berupa kebiri kimia tersebut," bebernya.

Ini tertuang dalam Kitab undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang menyatakan jika putusan hukuman tambahan dapat dilakukan usai menjalani hukuman pokoknya. 

Dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya itu Muhammad Aris dijatuhkan pidana 12 tahun, denda Rp 100 juta dan hukuman tambahan dengan kebiri kimia.

Vonis hukuman pidana tertuang dalam Putusan PT Surabaya dengan nomor 695/PID.SUS/2019/PT SBY, tertanggal 18 Juli 2019.

"Namun kami juga masih akan meminta petunjuk untuk teknisnya ke Kejaksaan Agung (Kejagung)," beber Asep.

Asep memastikan hari ini akan mengirimkan surat permohonan petunjuk teknis untuk melakukan eksekusi kebiri

"Paling lambat besok pagi sudah dikirim ke Kejagung untuk meminta petunjuk itu," beber mantan Kajari Deli Serdang ini.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

Penulis: Samsul Arifin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved