Berita Surabaya

Dokter Tak Jamin Kebiri Kimia Hilangkan Naluri Bejat Pelaku Persetubuhan Paksa Anak di Mojokerto

Dokter menganggap hukuman tambahan kebiri kimia belum sepenuhnya menyembuhkan pelaku

Dokter Tak Jamin Kebiri Kimia Hilangkan Naluri Bejat Pelaku Persetubuhan Paksa Anak di Mojokerto
SURYA.co.id/Nur Ika Anisa
dr Pujo Hartono 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dokter menganggap hukuman tambahan kebiri kimia belum sepenuhnya menyembuhkan pelaku kekerasan seksual.

Hal ini terkait pada kasus Muh Aris (20), pelaku kekerasan seksual yang mendapat putusan hukuman kebiri kimia setelah melakukan persetubuhan paksa sembilan anak di Mojokerto.

Dokter Tolak Jadi Eksekutor Kebiri Kimia ke Pemuda Pelaku Persetubuhan Paksa Anak di Mojokerto

Kejati Jatim Berkoordinasi dengan Kejagung Soal Hukuman Kebiri ke Pemuda di Mojokerto

Pemuda di Mojokerto Dikebiri Karena Terbukti 9 Kali Lakukan Persetubuhan Paksa Terhadap Anak-anak

Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (MPPK PBIDI) Surabaya, dr Pujo Hartono menilai kebiri kimia yang dimaksud sebagai hukuman tambahan belum dapat dipastikan akan menghilangkan hasrat seksual terpidana.

"Belum dipastikan menghilangkan naluri bejat, mungkin tidak bisa ereksi tapi otaknya untuk melakukan itu kan mungkin pakai dengan cara lain, seperti tangan," jelas dr Pujo Hartono di RSUD Dr Soetomo, Senin (26/08/2019).

Selain langkah menghilangkan hormon seksual kepada pelaku melalui kebiri kimia, Pujo menilai terpenting psikologis atau pola berpikir yang dapat memunculkan hasrat seksual.

"Tidak ada jaminan untuk dia tidak kembali melakukan naluri bejatnya," tegasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved