Single Focus

DKRTH Ingin Seluruh Area Taman di Surabaya Punya Guiding Block

Beberapa fasilitas untuk masyarakat difabel dapat ditemui di ruang-ruang terbuka umum, termasuk taman Kota Surabaya.

DKRTH Ingin Seluruh Area Taman di Surabaya Punya Guiding Block
surya.co.id/sugiharto
Seorang pedagang asongan duduk di samping fasilitas parkir kursi roda yang digunakan untuk parkir motor umum di Taman Bungkul, Senin (26/8/2019). 

SURYA.co.id, SURABAYA - Beberapa fasilitas untuk masyarakat difabel dapat ditemui di ruang-ruang terbuka umum, termasuk taman Kota Surabaya.

Meski begitu, Kepala UPTD Taman DKRTH, Pramudita, mengakui bahwa fasilitas difabel di taman belum lengkap.

"Kalau (taman) yang lengkap banget (fasilitas difabel) belum ada, karena lengkap itu kan standarnya banyak. Lengkap itu menurutku harus ada akses sampai ke kantor, kamar mandi, dan lain-lain," tuturnya, Minggu (25/8/2019).

Selain itu, dari ratusan taman yang dimiliki Surabaya, hanya beberapa di antaranya yang sudah dilengkapi fasilitas untuk difabel, yakni Taman Wonorejo, Taman Flora, Taman Bungkul dan Taman Prestasi.

Ke depannya, Taman Incinerator yang sedang dalam proses pembangunan juga akan dilengkapi fasilitas difabel.

Pramudita menyebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah membahas soal penambahan fasilitas difabel secara bertahap, demi menyongsong Kota Sehat dan Kota Ramah Anak.

"Kemarin kami juga membahas kalau Surabaya terus berbenah kan intinya, jadi kami kemarin sama Bappeko mengobrol membahas Kota Sehat, Kota Ramah Anak, jadi kami sudah mulai merancang tahun depan penambahannya," jelasnya.

Selama ini, fasilitas difabel yang ada di taman-taman Surabaya adalah guiding block, railing, landasan untuk kursi roda dan spot parkir khusus.

Namun, fasilitasnya belum mencakup keseluruhan area taman, sehingga Pramudita berencana untuk menambah guiding block hingga mengelilingi taman.

"Selama ini guiding block hanya dari pintu masuk ke arah kantor, mainan dan toilet. Saya cita-citanya guiding block sampai keliling begitu," ucapnya.

Tak hanya itu, fasilitas Taman Bicara yang ada di Taman Surya juga ingin ia aplikasikan di taman-taman Surabaya.

Taman Bicara bermanfaat bagi para tunanetra, karena memiliki 14 sensor gerak yang tersebar di beberapa ruas taman, yang akan bereaksi memutar suara, ketika ada orang melintas di sekitar sensor itu.

Hingga kini, fasilitas difabel yang ada di taman Kota Surabaya diakui Pramudita belum termanfaatkan dengan baik karena banyak masyarakat tidak tahu kegunaan fasilitas tersebut.

"Masih belum termanfaatkan dengan baik. Jadi kami perlu edukasi juga kadang-kadang, misalnya kalau ramai atau apa, itu kami sering mengingatkan ini jangan dipakai, ini untuk difabel. Memang banyak yang belum tahu," katanya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved