Berita Bangkalan

Bhinneka Tunggal Ika Kokoh Bergandengan di Halaman Stadion Gelora Bangkalan

Mereka bergandengan erat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB)

Bhinneka Tunggal Ika Kokoh Bergandengan di Halaman Stadion Gelora Bangkalan
surya.co.id/ahmad faisol
Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak berusia belasan tahun asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bangkalan, Madura. Mereka bergandengan erat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Senin (26/8/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak berusia belasan tahun asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bangkalan, Madura.

Mereka bergandengan erat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Senin (26/8/2019).

Terik panas matahari tak menyurutkan mereka dalam menari sambil menyanyi lagu daerah Papua, Sajojo dan lagu daerah NTT berjudul Maunere.

Anak-anak asal Kupang, NTT itu berasal dari Yayasan Putra-putri Bangsa yang menempuh pendidikan di SMK Santo Yusuf, Bangkalan.

Anak-anak dan remaja asal Bangkalan diwakili dari berbagai sekolah.

Tak ketinggalan pula, para santri larut dalam 'Gelar Cinta NKRI, Aku Papua Aku Indonesia' itu.

Sedangkan masyarakat Papua terwakili Abram Asporo. Guru di SMAN 4 Bangkalan itu tinggal di Kota Salak itu sejak tahun 1989.

"Saya asal Sorong, Papua. Di sini (Bangkalan) sudah selama 30 tahun," ungkap pria yang akrab disapa Bram itu.

"Pro dan kontra pasti ada dalam sebuah kelompok. Merupakan kewajiban kita sebagai bagsa dan aparat saling menjaga persatuan dan kesatuan," ungkapnya.

Ia berharap, jangan sampai ada kelompok ingin menang sendiri atau menanggap kelompok sendiri super.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved