Single Focus
Tutik Mulyani, Atlet Goalball Bersiap Ikut Poparnas 2020
memberi yang terbaik dan meraih prestasi adalah prinsip Tutik Mulyani, mahasiswi Tunanetra di Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Surabaya
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Terus berusaha memberikan yang terbaik dan meraih prestasi adalah prinsip Tutik Mulyani, mahasiswi Tunanetra di Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Di balik kesibukannya kuliah dan berorganisasi, perempuan kelahiran Surabaya, 17 Juli 1999 ini juga sibuk menekuni hobinya dalam bidang olahraga dan public speaking.
"Saya bergabung klub goalball, olahraga voli yang dikhususkan bagi para penyandang tunanetra," ujar Ani, sapaan akrabnya, Sabtu (24/8).
Ia bergabung dengan klub goalball sejak 2016. Namun, dirinya bergabung dengan tim Jawa Tengah, bukan Jawa Timur.
"Saya dulu bergabung dengan klub National Paralympic Comitee (NPC) Jawa Timur di bagian advokasi lembaga tunanetra. Kemudian, 2016 mendapat tawaran tempat kosong untuk tanding (goalball) di Bandung. Akhirnya sejak saat itu saya bergabung di klub," papar Ani.
Setiap seminggu sekali, ia pergi ke Solo untuk berlatih bersama klubnya. Saat ini, Ani mempersiapkan diri mengikuti ajang Poparnas 2020. Bahkan, ia sedang mengusahakan agar dapat mengikuti Asian Paragames di Filipina.
"Kalau ikut Paragames kan harus latihan setiap hari. Ini saya masih cari informasi apakah bisa saya ditransfer ke sana," ungkapnya.
Peraih kejuaraan goalball Poparnas 2016, Bandung Raya 2018, dan Sahabat Mata 2018 ini, sangat suka dengan kerja tim dalam olahraga itu.
"Selain itu keseruan tim ketika latihan. Tidak hanya itu, support mereka sesama tunanetra sangat menguatkan. Kadang, dukungan dari orang yang bernasib sama sangat membantu. Berbagi bersama menjadi penguat yang besar," terangnya.
Sering cedera ketika melakukan goalball tak lantas membuat Ani menyerah. "Kalau goalball banyak capeknya karena bolanya berat. Saya sering cedera juga, tapi ngggak kapok," ungkapnya.
Ada peluang
Selain olahraga goalball, peraih beasiswa PPA ini juga suka dunia public speaking. Ia kerap menjadi pembawa acara.
"Tetapi kalau memilih antara goalball atau public speaking, saat ini lebih ke goalball karena ada peluang di sana. Kalau public speaking, terkalahkan sama mereka yang punya fisik sempurna," ujar Ani.
Kalau olahraga, lanjutnya, teman-teman disabilitas punya tempat tersendiri. Meski memiliki sertifikat bidang public speaking, ia mengaku masih kerap diragukan.
"Apa yang menjadi peluang dan saya rasa memberikan manfaat, maka itu yang saya lakukan," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tuti-atlet-tunanetra.jpg)