Berita Trenggalek

Pemkab Trenggalek dan PT NSI Jalin Kerja Sama di Bidang Pariwisata, Ini Tujuannya

Pemkab Trenggalek dan PT Neo Sinergi Indonesia (NSI) menjalin kerja sama di bidang pengembangan pariwisata

Pemkab Trenggalek dan PT NSI Jalin Kerja Sama di Bidang Pariwisata, Ini Tujuannya
istimewa
Perwakilan PT NSI mendatangi salah satu lokasi wisata di Kabupaten Trenggalek. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Pemkab Trenggalek dan PT Neo Sinergi Indonesia (NSI) menjalin kerja sama di bidang pengembangan pariwisata. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Sabtu (25/8/2019) malam.

Dalam kerja sama itu, pemkab dan PT NSI akan bersinergi dalam bidang kepariwisataan di Kabupaten Trenggalek meliputi empat hal, yakni, pengembangan objek wisata, pengembangan fasilitas akomodasi dan amenitas wisata, peningkatan sumber daya manusia, dan penyelenggaraan acara pariwisata.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan kerja sama itu merupakan kebijakan payung hukum sebagai dasar tindak lanjut ke depan dari kedua pihak. Perwakilan dari PT NSI juga sudah berkeliling di objek-objek wisata di Kecamatan Watulimo dan Kecamatan Bendungan mulai Sabtu (24/8/2019) hingga Minggu (25/8/2019). Perusahaan yang berkedudukan di DKI Jakarta itu mendetailkan jenis-jenis pengembangan pariwisata yang ada di sana.

“Salah satunya kami sedang mendetailkan desain glamping-resort di sekitar bukit dan teluk Prigi. Kalau kami mau mendetailkan semua, stake holder yang terlibat banyak. Bukan hanya pemkab dan NSI saja. MoU ini sebagai payung hukum,” kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Selain pengembangan tempat pariwisata, kerja sama juga dijalin pada penyiapan sumber daya manusia (SDM).

Untuk ini, Mas Ipin bilang, ke depannya Hotel Prigi yang dikelola pemkab bakal dijadikan tempat magang atau education hotel (Edotel).

“Selain disewakan hotelnya, di dalamnya juga kami gunakan untuk praktek teman-teman pendidikan vokasional,” ujarnya.

Direktur Utama PT NSI, Muhammad Rifni, mengajak beberapa orang yang kunjungannya ke Kabupaten Trenggalek untuk mendesain rencana pengembangan objek wisata di tiga tempat.

Desain itu meliputi glamping area di Pantai Mutiara, resort di kawasan mangrove, dan even pertunjukan di Goa Lowo. Ketiganya berada di Kecamatan Watulimo.

“Untuk actionnya, sekitar 30 hari sesuai kesepakatannya. Minimal, dari sketsa nanti realisasinya dalam 12 bulan sudah bisa terlaksana untuk yang ada di Pantai Mutiara,” ungkap Rifni.

Dalam pelaksanaan kerja sama itu, pihaknya akan menyesuaikan dengan peraturan yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“PT NSI tidak hanya sendiri, tapi juga bersama lembaga masyarakat desa hutan. Sesuai pesan bahwa hutan yang sudah ada jangan sampai keluar dari bentangan,” ujar dia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved