Berita Banyuwangi

Banyuwangi dan Sanur Sepakat Bikin Sister Festival, Ini Tujuannya

Banyuwangi dan penyelenggara Sanur Village Festival (Sanfest) bakal membikin 'Sister Festival' antara Sanfest dan Banyuwangi Festival

Banyuwangi dan Sanur Sepakat Bikin Sister Festival, Ini Tujuannya
haorrahman/surya
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, bersama Ketua Sanur Village Festival, IB Gede Sidharta Putra atau Gusde, serta Produser Sanfest, Indra Lesmana. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi dan penyelenggara Sanur Village Festival (Sanfest) bakal membikin 'Sister Festival' antara Sanfest dan Banyuwangi Festival. Hal ini dilakukan agar bisa saling menginspirasi di antara kedua festival.

”Kami baru saja bertemu Ketua Sanur Village Festival Bapak IB Gede Sidharta Putra atau Gusde, serta Produser Sanfest Indra Lesmana. Banyuwangi Festival sebagai saudara yang lebih muda ingin menggali inspirasi dari Sanfest yang sukses digelar sejak 14 tahun lalu,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu (25/8/2019).

Sanur Village Festival adalah ajang pariwisata yang digelar sejak 2006. Diawali sebagai ikhtiar membangkitkan Bali pasca-bom, kini Sanfest menjadi ikon Sanur, salah satu daerah tujuan wisata favorit di Bali. Tahun ini, Sanfest digelar 21-25 Agustus.

”Sanfest tumbuh menjadi festival yang konsisten berakar pada kreativitas rakyat, tradisi adat, keguyuban warga, dan berhasil menggeliatkan ekonomi lokal,” paparnya.

Anas menuturkan Sister Festival adalah sarana untuk saling memberi inspirasi agar kedua festival bisa terus tumbuh menjadi model pariwisata berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi warga.

”Selama ini kita mengenal ada sister city, dua kabupaten/kota saling berkomunikasi. Nah, sekarang lebih spesifik, ada Sister Festival. Ke depan, Banyuwangi juga ingin bikin sister festival dengan festival lain, seperti Dieng Culture Festival di Banjarnegara, Solo Batik Carnival, festival-festival di Malaysia dan Thailand,” papar Anas yang mengembangkan Banyuwangi Festival sejak 2011.

Anas mengatakan, selain saling memberi inspirasi, gerakan Sister Festival bisa membangun pemasaran secara bersama-sama.

”Bagi Banyuwangi, ini sangat strategis, apalagi Sanur dikenal sebagai tujuan wisata dengan pasar wisatawan mancanegara berkualitas,” ujarnya.

Salah satu wujud program Sister Festival itu adalah membikin program residensi pelaku seni dan wisata.

”Kemarin sudah ngobrol-ngobrol, ada gambaran program, seperti pelaku seni dan wisata Banyuwangi tinggal beberapa hari di Sanur untuk mengeksplorasi kreativitasnya. Lalu nanti berganti yang dari Sanur tinggal di Banyuwangi. Juga ada program lainnya,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved