Lifestyle

APCA Indonesia Hadirkan Menu Tradisional Sarat Memori Berbalut Modernitas

Para chef APCA Indonesia saat menampilkan menu-menu tradisional tapi disajikan secara modern dalam rangka perayaan HUT ke-74 RI.

APCA Indonesia Hadirkan Menu Tradisional Sarat Memori Berbalut Modernitas
foto: istimewa
Aksi para chef APCA Indonesia menampilkan menu-menu tradisional tapi disajikan secara modern dalam rangka perayaan HUT ke-74 RI. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memperingati HUT ke-74 RI, Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia sebagai salah satu sekolah pastry dan kuliner internasional di Indonesia memperkenalkan kembali kuliner tradisional nusantara dengan sentuhan modern.

Melalui para Chef profesional yang juga merupakan instruktur di APCA Indonesia, mereka bercerita mengenai kuliner tradisional yang memiliki nilai kenangan tersendiri. Bukan hanya itu, kuliner-kuliner tradisional tersebut dikemas kembali menjadi lebih modern dengan teknik memasak yang tinggi.

Director & Executive Chef APCA Indonesia, Louis Tanuhadi, berharap melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mengenal kembali ragam kuliner tradisional.

"Saat ini tidak banyak Chef yang secara khusus memiliki spesialisasi di kuliner Indonesia. Sebagai sekolah kuliner berlevel internasional, APCA Indonesia ingin membawa kuliner tradisional agar dapat diterima masyarakat dunia," ujar Louis, dalam rilis yang diterima Minggu (25/8/2019).

Bertajuk APCA Indonesia Media Special Cooking Class menu-menu spesial dihadirkan, diantaranya Bhinneka Bahari Dabu Dabu, Archipelago Chocolate, Ketan Item Gelato dan Petit Gateau Modern Klapertart.

Bertempat di APCA Indonesia, Alam Sutera, Chef Andy Ramadhan, Chef Christian Dewabrata, Chef Caesar Andry Priatno dan Chef Glenn Nethanael Peter memperkenalkan kuliner khas nusantara bernuansa modern.

Kekayaan bahari Indonesia diceritakan oleh Chef Andy Ramadhan melalui olahan hasil laut yang memberikan sensasi baru  dalam Bhinneka Bahari Dabu Dabu.

"Bahan-bahan seperti ikan kakap merah, udang dan gurita diolah dan disajikan dengan sambal khas Manado yakni dabu-dabu. Penggunaan gurita sebagai pengganti cumi-cumi selain unik, juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sedangkan sambal dabu-dabu yang rasanya pedas dan segar, menjadi pilihan tepat untuk hidangan olahan hasil laut," jelas Chef Andy.

Dabu-dabu dimodifikasi lebih modern dengan teknik memasak yang dikembangkan, karena setiap bahan dasarnya diolah masing-masing terlebih dahulu.

Seperti tomat di-comfit (slow cooking dengan oil) dan kemangi diekstrak dengan oil kemudian minyaknya dijadikan mayones.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved