Berita Surabaya

Tingkatkan Kepercayaan Diri Penderita Kanker Lewat Make Up

Peserta diajari soal perawatan kulit, kuku, hingga penanganan rambut, menggunakan rambut palsu maupun syal dan turban.

surya.co.id/delya octovie
Can-Care Indonesia menggelar workshop kecantikan Look Good Feel Better bersama 20 penderita kanker di gedung YKI, Sabtu (24/8/2019). Mereka berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jawa Timur, Adi Husada Cancer Center dan Viva Cosmetics. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Asman tampak kebingungan ketika dihadapkan dengan tiga pilihan warna bedak.

Melihat tone kulitnya, beauty advisor dari Viva Cosmetics menyarankan untuk mencampur bedak nomor dua dan tiga.

Ia lalu mengaplikasikannya dengan menepuk-nepuk spons, sesuai instruksi advisor di depan.

"Saya memang jarang make up sehari-hari. Sehabis kemoterapi itu saya juga biasa saja, tidak pakai make up," tutur perempuan 49 tahun yang ditemani cucunya ketika mengikuti workshop 'Look Good Feel Better', kolaborasi antara Can-Care Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jawa Timur, Adi Husada Cancer Center dan Viva Cosmetics di gedung YKI, Sabtu (24/8/2019).

Pengidap kanker serviks stadium 3B tersebut baru menyelesaikan kemoterapinya dua bulan lalu.

Seusai melakukan langkah terakhir, yakni memoles bibir dengan lipstik berwarna berry, ia mengaku senang dengan hasilnya.

"Saya senang, kelihatan lebih segar. Jadi lebih percaya diri juga nanti kalau ketemu orang lain. Rencananya mau mencoba pakai make up untuk sehari-hari," katanya sambil tersenyum.

Can-Care Indonesian Representative, Virgie Keen, mengatakan program 'Look Good Feel Better' memiliki tujuan membantu perempuan pengidap kanker, untuk meningkatkan penampilan dan kepercayaan diri mereka.

Usai kemoterapi maupun radioterapi, ada beberapa efek samping yang mempengaruhi penampilan seseorang, seperti rambut rontok, kulit kering, hingga kuku menghitam.

Dalam workshop yang dilangsungkan selama tiga jam itu, peserta diajari soal perawatan kulit, kuku, hingga penanganan rambut, menggunakan rambut palsu maupun syal dan turban.

"Kami ingin meningkatkan kepercayaan diri pasien. Kami seringkali dapat keluhan mereka sudah tidak pede karena efek samping kemoterapi. Maka dari itu, kami mengajarkan teknik make up sederhana. Ini bukan soal hasil yang bagus, tapi bagaimana meyakinkan penyintas kanker bahwa mereka juga bisa tampil cantik dengan make up," papar Virgie.

Dalam kesempatan ini, Can-Care menggandeng Viva Cosmetics untuk memandu para penderita kanker.

Tini B. Renan, Senior Beauty Consultant Viva Cosmetics Indonesia, mengatakan pelatihan ini penting untuk memotivasi kembali para perempuan yang sudah melupakan kecantikan mereka.

"Sebenarnya mereka sudah cantik, tapi tidak tahu cara menjadi cantik. Padahal, cantik itu yang penting kulit bersih, sehat, kondisi kulit sesuai usia, maka dia cantik," jelas Tini.

Ia pun lebih menekankan pada perawatan wajah selama pelatihan, dengan mengingatkan tahap-tahap wajib pembersihan dan juga perlunya nutrisi dari kolagen saat tidur.

Tini menyebut, Viva Cosmetics aman digunakan oleh para pengidap kanker, karena semua produknya sudah memiliki BPOM.

"Viva menjadi legenda karena aman. Kalau tidak aman, tentu tidak bisa selama ini. Produk kami lengkap untuk semua jenis kulit, sehingga cocok bagi kulit pengidap kanker," pungkasnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved