Berita Surabaya

Jadi Tersangka Kasus Jasmas, Ratih Retnowati Tetap Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Surabaya

Ratih Retnowati, tersangka kasus dugaan penyelewengan dana hibah Jasmas kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Surabaya

Jadi Tersangka Kasus Jasmas, Ratih Retnowati Tetap Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Surabaya
SURYA.co.id/Nuraini Faiq
Ratih Retnowati (baju biru), menghilang usai prosesi pengambilan sumpah anggota DPRD Surabaya terpilih, Sabtu (24/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Anggota DPRD Kota Surabaya dari Partai Demokrat, Ratih Retnowati menghilang usai prosesi pengambilan sumpah dalam rapat paripurna sumpah jabatan anggota DPRD masa jabatan 2019-2024, Sabtu (24/8/2019). 

Ratih yang terpilih kembali setelah periode lalu menjabat Wakil Ketua DPRD Surabaya telah ditetapkan tersangka oleh kejaksaan.

Ratih diduga terlibat kasus dugaan penyelewengan dana hibah proyek jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) dalam hal pengadaan terop dan sound system. Selain Ratih, tiga anggota DPRD Surabaya yang lain juga jadi tersangka di kasus yang sama.

Ratih sempat mengisi buku presensi anggota DPRD terpilih sebelum masuk Ruang Sidang Paripurna. Kemudian, yang bersangkutan duduk bersama rekannya sesama wakil Demokrat di barisan paling belakang.

Tampak dia diapit dua anggota DPRD lama yang terpilih kembali, yakni Machmud dan Herlina Harsono Njoto. Mereka tampak saling ngobrol sebelum pelantikan anggota dewan baru dimulai.

Saat pelantikan dimulai, sebanyak 50 anggota DPRD Surabaya terpilih wajib mengikuti prosesi pengambilan sumpah. Ratih juga tampak dalam prosesi ini. Dia bahkan duduk di barisan depan. 

Setelahnya, Ratih kembali duduk di tempat semula. Segera setelah itu, perempuan ini beranjak dari posisi duduknya. Ratih yang mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua DPC Demokrat Surabaya ini berlalu dari forum pelantikan dan menghilang. 

Ratih keluar ruang sidang lewat pintu samping. Sejumlah media berusaha mengejar namun sudah tak terlacak. Hingga acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Surabaya itu selesai, Ratih tak diketahui keberadaannya.

Machmud, rekan anggota dewan satu partai saat ditemui Surya.co.id mengakui bahwa Ratih duduk dan sempat ngobrol sebelum prosesi sumpah jabatan.

"Tiba-Tiba pamit dan mohon diri. Saya tak tahu ke mana," ucap Machmud.

Herlina yang ditemui juga mengakui bahwa koleganya itu hadir dalam sidang paripurna pelantikan karena termasuk 50 anggota DPRD yang ada dalam SK Gubernur Jatim.

"Tidak bicarakan apa-apa selama duduk dengan kami," kata Herlina.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved