Berita Surabaya

Terobosan Baru, Arumi Bachsin Libatkan Pria Jadi Anggota PKK Jatim. Ini Alasannya

Sebanyak 37 anggota Tim Penggerak PKK Jatim dikukuhkan, sembilan di antaranya adalah pria

Terobosan Baru, Arumi Bachsin Libatkan Pria Jadi Anggota PKK Jatim. Ini Alasannya
surya/fatimatuz zahro
Sebanyak 37 anggota Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur masa bhakti tahun 2019 - 2024 dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawanwa bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Emil Dardak, Jumat (23/8/2019) pagi. Uniknya di antara 37 anggota tim penggerak PKK tersebut, 9 di antaranya adalah laki-laki. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 37 anggota Tim Penggerak PKK Jatim masa bakti 2019-2024 dikukuhkan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawanwa bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Arumi Emil Dardak, Jumat (23/8/2019) pagi. Uniknya, di antara 37 anggota tim penggerak PKK tersebut, sembilan di antaranya adalah pria.

Hal ini menjadi satu keistimewaan di mana PKK Jatim tak hanya diperkuat oleh para ibu, tapi juga melibatkan bapak-bapak dalam turun ke masyarakat. Dikatakan Arumi melibatkan pria di struktur organisasi Tim Penggerak PKK Jatim bakal memberikan warna tersendiri, yang tentunya bertujuan untuk menguatkan peran PKK dalam menjalankan tugas.

"Memang saya ingin memberikan warna berbeda dengan banyak pria yang juga tergabung dalam PKK Jatim. Saya berharap PKK yang selama ini mayoritas perempuan dengan adanya pria bisa ada input pemikiran berbeda yang menambah warna PKK menjadi lebih aktif," kata Arumi.

Ibu muda dua anak itu lalu menyampaikan di antara anggota Tim Penggerak PKK yang baru saja dikukuhkan hari ini, termasuk yang pria, mayoritas ada yang berprofesi dokter.

Dengan begitu, ini akan menjadi cara agar para dokter yang tergabung dalam anggota PKK bisa lebih masif dalam turun ke masyarakat melalui 10 program pokok PKK.

"Pada anggota baru PKK kami tekankan bahwa dalam melaksanakan program PKK harus diselaraskan dengan program Nawa Bhakti Satya. Karena PKK adalah mitra Pemprov Jatim dan kepanjangan tangan pemerintah ke masyarakat untuk membuat Nawa Bhakti Satya terwujud," kata istri Wagub Emil Dardak ini.

Arumi juga berpesan soal penekanan pola pengasuh anak dan remaja, terutama bagaimana anak-anak remaja bisa paham tentang kesehatan reproduksi.

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Khofifah.

Khofifah mengucapkan terima kasih dan berbangga atas para anggota PKK yang sudah purna tugas.

Ia menekankan bahwa yang namanya pengabdian tidak mengenal masa purna.

Ia mengatakan PKK Jatim telah meraih banyak prestasi.

Namun, seiring dengan prestasi yang diraih selalu muncul permasalahan permasalahan baru yang menjadi tantangan bersama.

"Hari ini ada tantangan radikalisme. Mungkin ini tidak familiar dilakukan pemerangan oleh PKK. Tapi bapak ibu akan merasa kehilangan kalau yang terpapar radikalisme adalah anak bapak ibu. Karena itu, menyemai cinta Pancasila harus terus dilakukan," imbuh Khofifah.

Terkait terobosan Arumi Bachsin dalam melibatkan bapak-bapak dalam menjalankan tugas PKK, menurutnya adalah sesuatu yang baik.

Saya senang, apalagi semakin banyak yang berprofesi sebagai dokter. Ini tentu sangat membantu," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved