Berita Nganjuk

Sehatkan Tanah secara Organik, Hasil Panen Bawang Merah Petani Nganjuk Naik Tajam

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, pihaknya optimis dengan keberhasilan meningkatkan hasil panen bawang merah melalui sistem tanam demplot.

Sehatkan Tanah secara Organik, Hasil Panen Bawang Merah Petani Nganjuk Naik Tajam
surya.co.id/ahmad amru muiz
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat panen bawang merah di Desa Mojorembung, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Upaya meningkatkan hasil panen bawang merah di Kabupaten Nganjuk melalui program penyehatan lahan berhasil dilakukan Pemkab Nganjuk.

Hal ini terbukti dengan hasil panen bawang merah menggunakan sistem demplot di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk mencapai sekitar 20 ton per hektar. Sebelumnya, hasil panen bawang merah petani dikisaran 16 ton per hektarnya.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, hasil panen raya bawang merah yang menggunakan sistem demplot yakni sebagai langkah penyehatan lahan cukup menggembirakan. Dimana dengan penyehatan lahan sistem demplot melalui cara aplikasi kapur dan pupuk organik, aplikasi beka POMI, dan penerapan cara tanam konvensional oleh petani membuhan hasil cukup baik.

"Ternyata hasil pengembangan sistem tanam demplot untuk menyehatkan lahan berdampak signifikan pada hasil tanam bawang merah. Ini keberhasilan luar biasa untuk meningkatkan hasil panen bawang merah," kata Novi Rahman Hidhayat, Selasa (20/8/2019).

Dijelaskan Mas Novi panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, pihaknya optimis dengan keberhasilan meningkatkan hasil panen bawang merah melalui sistem tanam demplot tersebut berarti akan menambah stok bawang merah nasional. ini dikarenakan Kabupaten Nganjuk menjadi penghasil bawang merah terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes Jawa Tengah.

"Dan kami yakin, bila hasil panen bawang merah petani bisa terus ditingkatkan maka tidak tertutup kemungkinan Kabupaten Nganjuk bisa menjadi yang terbesar penghasil bawang merah secara nasional," ujar Mas Novi didampingi Wabup Nganjuk, Marhaen Djumadi.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto menambahkan, sistem tanam demplot merupakan upaya bercocok tanam bawang merah dengan menggunakan bahan organik lengkap terdekomposisi dengan mempertahankan pola tanam secara konvensional serta menggunakan bahan pembenah tanah pabriksasi.

"Dengan sistem tanam demplot tersebut petani dapat memperoleh gambaran teknik pengolahan lahan yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen bawang merah yang menguntungkan," kata Judi Ernanto.

Untuk luas wilayah tanam bawang merah di Kabupaten Nganjuk sendiri, tambah Judi Ernanto, potensi produksi bawang merah di Kabupaten Nganjuk mencapai luas lahan sekitar 4.200 hektar. Dimana produksi bawang merah dalam satu kali musim tanam mencapai kisaran 63 ribu ton.

"Inilah mengapa Kabupaten Nganjuk saat ini menjadi penghasil bawang merah terbesar kedua di Indonesia. Karena potensi luasan lahan arena tanaman bawang merah cukup luas. Apalagi dengan kondisi cuaca cukup mendukung seperti sekarang ini maka hasil panen bawang merah bisa melimpah," tandas Judi Ernanto.

Untuk itu, imbuh Judi Ernanto, pihaknya berharap dengan keberhasilan memanfaatkan pola tanam sistem Demplot tersebut akan menambah semangat petani meningkatkan hasil panen bawang merahnya. Dengan demikian keuntungan yang bakal didapatkan petani bisa lebih baik lagi.

"Dan kami akan terus melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada petani bawang merah dalam melakukan budidaya bawang merah yang baik dan benar," tutur Judi Ernanto. 

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved