Berita Surabaya

Pria di Surabaya Bobol ATM Milik Customer, Modusnya ATM Difoto, setelah Data Didapat lalu Digandakan

Para pelanggan harus lebih ekstra waspada saat membawa kartu kredit. Sebab, kartu kredit itu bisa dibobol dengan cara memfoto ATM korbannya.

Pria di Surabaya Bobol ATM Milik Customer, Modusnya ATM Difoto, setelah Data Didapat lalu Digandakan
Foto: istimewa
Taupan Akbar (seragam tahanan) diperlihatkan polisi di Mapolsek Tegalsari Surabaya, Kamis (22/8/2019). 

Tersangka menggunakan ATM korban untuk berbelanja pakaian, gadget, hingga jam tangan di toko online di luar negeri.

Lebih lanjut, Kompol Rendy Surya Aditama menjelaskan, tersangka tidak menggunakan ATM para korbannya di toko online dalam negeri karena toko online di luar negeri persyaratan lebih mudah.

"Jadi yang bersangkutan tidak menggunakan toko online dari Indonesia, biasanya minta pin atau konfirmasi dari pemilik kartu kredit tapi kebanyakan situs online di luar negeri tidak membutuhkan otorisasi," jelas Rendy.

Begitu pesan hanya membutuhkan data di kartu kredit itu, selama bisa valid maka terjadi proses pembayaran.

"Pin yang bersangkutan tidak tahu, dia hanya cukup mengetahui nama, nomor kartu kredit, kartu kredit itu valid atau masa berlakunya ada atau tidak," imbuhnya.

Kepada polisi, tersangka sudah membelanjakan ATM milik korbannya berkali-kali. Beberapa barang-barang seperti satu buah HP seharga USD 212.92 atau setara dengan Rp 3,1 juta. Kemudian, satu buah handphone merk Umdigi, dua celana jeans, satu celana kain dan satu jam tangan.

"Sudah tujuh kali transaksi pakai ATM orang lain," ujarnya.

Kini, tersangka dijerat pasal berlapis Pasal 362 KUHP dan Pasal 51 ayat (1) UU No. 11 tahun 2009 tentang infoemasi dan transaksi elektrknik (ITE) dengan ancaraman 12 tahun penjara.

Penulis: Willy Abraham
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved