Berita Nganjuk

Petani Nganjuk Manfaatkan Tanaman Kedelai sebagai Tanaman Sela untuk Tingkatkan Panen Bawang Merah

Sebagian besar petani di Kabupaten Nganjuk kini mulai menerapkan pola tanam kedelai di sela tanam bawang merah.

Petani Nganjuk Manfaatkan Tanaman Kedelai sebagai Tanaman Sela untuk Tingkatkan Panen Bawang Merah
surya.co.id/ahmad amru muiz
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat panen bawang merah di Desa Mojorembung, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Sebagian besar petani di Kabupaten Nganjuk kini mulai menerapkan pola tanam kedelai di sela tanam bawang merah dalam satu tahun masa tanam. Ini setelah pemanfaatan pola tanam sela dengan tanaman kedelai dinilai berhasil meningkatkan hasil bawang merah.

Ketua kelompok Tani Ngudi Waluyo Desa Banaranwetan, Subono mengatakan, umumnya petani di desanya banyak menggunakan pola tanam kedelai kemudian tanaman bawang merah dan tanaman padi dalam setahun. Hal itu terbukti hasil panen bawang merah yang ditanam setelah tanaman kedelai dan padi mengalami peningkatan hasil di kisaran 2 ton.

"Bila biasanya bawang merah menghasilkan sekitar 20 ton per hektar, dengan pola kedelai-bawang merah-padi maka hasil panen bawang merah bisa naik menjadi sekitar 22 ton perhektarnya," kata Subono, Jumat (23/8/2019).

Menurut Subono, manfaat dari pola tanam tersebut menjadikan tanaman kedelai sebagai penyubur tanah karena akarnya terdapat bakteri rhizobium yang mampu mengikat nitrogen bebas di udara.

"Kondisi tanah tersebut sangat mendukung perkembangan tanaman berikutnya yakni bawang merah sehingga hasil panen dapat meningkat," ucap Subono.

Di samping produksinya lebih tinggi, ungkap Subono, rendemen bawang merah yang ditanam pada areal bekas tanaman kedelai lebih tinggi dibandingkan dengan rendeman bawang merah yang ditanam setelah padi.

Sebelumnya, Pemkab Nganjuk dalam upaya meningkatkan hasil panen bawang merah dilakukan melalui program penyehatan lahan. Dimana hasil panen bawang merah yang menggunakan sistem demplot di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk mencapai sekitar 20 ton per hektar. Sebelumnya, hasil panen bawang merah petani dikisaran 16 ton hingga 18 ton per hektarnya.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, hasil panen raya bawang merah yang menggunakan sistem demplot sebagai langkah penyehatan lahan cukup menggembirakan. Dimana dengan penyehatan lahan sistem demplot melalui cara aplikasi kapur dan pupuk organik, aplikasi beka POMI, dan penerapan cara tanam konvensional oleh petani membuhan hasil cukup baik.

"Ternyata hasil pengembangan sistem tanam demplot untuk menyehatkan lahan berdampak signifikan pada hasil tanam bawang merah. Ini keberhasilan luar biasa untuk meningkatkan hasil panen bawang merah," kata Novi Rahman Hidhayat.

Dijelaskan Mas Novi panggilan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, pihaknya optimis dengan keberhasilan meningkatkan hasil panen bawang merah melalui sistem tanam demplot tersebut berarti akan menambah stok bawang merah nasional. ini dikarenakan Kabupaten Nganjuk menjadi penghasil bawang merah terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes Jawa Tengah.

"Dan kami yakin, bila hasil panen bawang merah petani bisa terus ditingkatkan maka tidak tertutup kemungkinan Kabupaten Nganjuk bisa menjadi yang terbesar penghasil bawang merah secara nasional," ujar Mas Novi didampingi Wabup Nganjuk, Marhaen Djumadi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved