Berita Surabaya

Kisah Salsa, Penerima Beasiswa Genmas Pemkot Surabaya yang Ayahnya 5 Tahun TKI Ilegal di Malaysia

Santoso, ayahanda Salsa Mega Fatika penerima beasiswa Perguruan Tinggi Negeri program Generasi Emas (Genmas) Pemkot Surabaya.

Kisah Salsa, Penerima Beasiswa Genmas Pemkot Surabaya yang Ayahnya 5 Tahun TKI Ilegal di Malaysia
istimewa
Santoso disambut sang putri Salsa Mega Fatika dan istrinya, Siti Fatimah, di Bandara Juanda, Jumat (23/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepulangan Santoso disambut tangis sang putri, Salsa Mega Fatika dan istrinya, Siti Fatimah, Jumat (23/8/2019).

Suasana haru pun menyelimuti Terminal 2 (T2) Bandara Internasional Juanda,  menjadi saksi pertemuan keluarga yang sudah lima tahun terpisah tersebut.

Santoso, ayahanda Salsa Mega Fatika penerima beasiswa Perguruan Tinggi Negeri program Generasi Emas (Genmas) Pemkot Surabaya.

Warga Kapas Madya, Surabaya, ini lima tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia.

"Saya menjadi TKI karena 2014 lalu, saya di- PHK. Lalu saya memilih kerja bangunan, tapi belum cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akhirnya telepon saudara saya yang bisa membantu jadi TKI," ceritanya.

Salsa yang merupakan mahasiswi penerima program beasiswa Pendidikan Tinggi Negeri (PTN) Generasi Emasi (Genmas) dari Pemkot Surabaya tersebut, tak kuasa menahan tangis.

Sambil mengusap air mata, ia berterima kasih kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang telah memulangkan ayahnya.

"Terima kasih karena sudah memulangkan ayah saya dari Malaysia yang bekerja sebagai TKI ilegal,” ucapnya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya M Ikhsan, Walikota Risma mengetahui kisah Santoso berdasarkan hasil laporan outreach dari Dindik.

Saat dilakukan outreach kepada Salsa, Dindik mengetahui ibunya bekerja di percetakan, sedangkan ayahnya bekerja sebagai TKI.

Mengetahui hasil laporan itu, Risma meminta untuk memulangkan Santoso ke Surabaya dan akan dipekerjakan di Surabaya.

Ikhsan menambahkan, koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, untuk pemulangan Santoso sudah dilakukan sejak bulan Juni lalu.

“Saat itu Ibu Wali mengirim surat langsung kepada KJRI Johor Bahru untuk memulangkan Pak Santoso yang bekerja sebagai kuli bangunan di Malaysia,” katanya.

Ikhsan menyatakan, Santoso pulang bersama lima TKI dari beberapa daerah di Jatim. Mereka diantar oleh Satuan Tugas KJRI Johor Bahru, Malaysia.

“Rencananya, Pak Santoso akan dipekerjakan sebagai tenaga kontrak di lingkungan Pemkot Surabaya,” pungkas Ikhsan.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved