Jelang Purna Tugas, Anggota DPRD Kota Malang Dito Arief Sentil Pengelolaan Sampah

Anggota Komisi C Dewan PAW DPRD Kota Malang, Dito Arief meminta Pemkot Malang mengambil langkah cerdas terkait tata kelola sampah.

Jelang Purna Tugas, Anggota DPRD Kota Malang Dito Arief Sentil Pengelolaan Sampah
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Kondisi sampah yang menumpuk di TPA Supit Urang Kota Malang, Jumat (23/8). 

SURYA.co.id | MALANG - Masalah tata kelola sampah hingga saat ini masih menjadi permasalahan besar untuk Kota Malang.

Dalam sehari, produksi sampah di Kota Malang di TPA Supit Urang mencapai 600 Ton.

Dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang, diprediksi TPA Supit Urang sudah tidak mampu lagi menampung sampah-sampah tersebut.

Oleh karena itu, di sela-sela purna tugasnya, Anggota Komisi C Dewan PAW DPRD Kota Malang, Dito Arief meminta kepada Pemerintah Kota Malang untuk mengambil langkah yang bijak terkait tata kelola sampah.

Menurutnya, selama ini tata kelola sampah belum mendapat perhatian penting dari Pemkot Malang.

"Perda nomor 10 tahun 2010 ini kan mau direvisi, tapi masih kalah dengan Ranperda 3 BUMD yang saat ini masih dibahas. Karena masih dibahas Pemkot Malang harus melakukan hal yang penting, seperti melakukan pembatasan sampah," ucapnya.

Dito menambahkan, pembatasan sampah bisa dilakukan dengan hal-hal yang ringan.

Seperti, melakukan perbaikan tata kelola di TPS ataupun membuat edaran di toko modern untuk tidak menggunakan sampah plastik.

"Akan tetapi pada intinya itu tata kelola dari hulu ke hilir seperti dari rumah ke TPS dan ke TPA yang harus dibenahi dan diprioritaskan," ucapnya.

Dalam melakukan tata kelola sampah, Kota Malang saat ini masih menggunakan sistem controlled landfill.

Halaman
12
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved