Berita Nganjuk

Bupati Nganjuk Novi Rahman bakal Awasi Ketat Lelang Pengadaan Kain Batik Khas Nganjuk, Ini Tujuannya

Tak ingin ada praktek monopoli dalam pengadaan seragam kain batik, Bupati Nganjuk bakal mengawasi ketat proses pengadaan.

Bupati Nganjuk Novi Rahman bakal Awasi Ketat Lelang Pengadaan Kain Batik Khas Nganjuk, Ini Tujuannya
surya.co.id/ahamd amru muiz
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat 

SURYA.CO.ID | NGANJUK - Tak ingin ada praktek monopoli dalam pengadaan seragam kain batik, Bupati Nganjuk bakal mengawasi ketat proses pengadaan hingga realisasi. Hal ini dimaksudkan agar alokasi anggaran APBD pengadaan kain batik khas Nganjuk tepat sasaran untuk industri UMKM asli Nganjuk.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pihaknya akan meminta pihak terkait mulai dari OPD dan Dekranasda Kabupaten Nganjuk untuk mempersiapkan semuanya dalam pengadaan kain batik. Mulai dari kesiapan perajin batik dari Nganjuk sendiri hingga proses lelang pengadaan kain batik untuk seragam siswa sekolah hingga OPD Pemkab Nganjuk.

"Program ini tidak boleh ada penyelewengan atau sejenisnya. Semuanya akan kami awasi sendiri baik secara internal maupun eksternal," kata Novi Rahman Hidhayat, kemarin.

Dijelaskan Mas Novi panggilan akrab Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, pihaknya telah mengetahui dan mempelajari program serupa sebelumnya. Dimana dalam sistem pengadaan kain seragam ada dugaan dimonopoli oleh satu pengusaha saja. Dan hal itu tidak boleh terjadi lagi dalam pengadaan kain seragam batik khas Nganjuk yang bakal direalisasikan pada tahun 2020 mendatang.

Memang, diakui Mas Novi, untuk merubah pola pengadaan kain seragam yang dibiayai APBD Kabupaten Nganjuk tidak mudah. Ini dikarenakan terkait dengan personil dan pola pelelangan kain seragam.

Oleh karena itu, ungkap Mas Novi, pihaknya secara bertahap akan mengubah pola tersebut sehingga tidak ada kecurangan dalam proses pengadaan. Selain itu, proses pelelangan pengadaan kain batik khas Nganjuk tersebut harus dilakukan secara transparan untuk bisa diketahui oleh masyarakat secara luas agar tidak menimbulkan kecurigaan.

"Dan itu kami sadari cukup berat, tapi kami optimis dengan pola pengadaan yang transparan maka realisasi kewajiban menggunakan seragam baju batik pada siswa sekolah dan seluruh PNS Pemkab Nganjuk akan berjalan dengan baik tanpa ada pelanggaran prosedur," tutur Mas Novi.

Seperti diketahui sebelumnya. Pemkab Nganjuk berencana akan mewajibkam penggunakan baju seragam kain batik khas Nganjuk mulai tahun 2020 mendatang. Baju seragam batik tersebut diwajibkan untuk siswa sekolah mulai PAUD hingga SMA/SMK di Kabupaten Nganjuk. Bahkan, pekerja swasta di pabrik-pabrik yang ada di Kabupaten Nganjuk juga diminta untuk memakai seragam khas batik Nganjuk sekali atau dua kali dalam satu minggu.

Hal itu dilakukan Pemkab Nganjuk dalam mengenalkan dan membiasakan pakain batik khas Nganjuk di masyarakat. Disamping itu, langkah tersebut juga untuk mengenalkan kain batik khas Nganjuk nantinya di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved