Aset Kades Senilai Miliaran Rupiah Raib Akibat Ditipu Umi Salmah

Sepak terjang Umi Salmah sebagai penipu semakin terlihat. Kali ini, seorang kades di Lumajang turut menjadi korban dan kehilangan aset miliaran Rupiah

Aset Kades Senilai Miliaran Rupiah Raib Akibat Ditipu Umi Salmah
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Umi Salmah, tersangka penipuan saat dikeler tim Cobra Polres Lumajang. Perempuan ini diketahui melakukan banyak penipuan. Salah satunya seorang kades yang terpaksa kehilangan aset miliaran Rupiah. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Seorang kepala desa di Kabupaten Lumajang turut menjadi korban penipuan Umi Salmah (51), pemilik CV Permata Bunda, Lumajang.

Korban adalah Didik Santoso (29), Kepala Desa Sentul, Kecamatan Sumber Sumo, Lumajang.

Akibat penipuan itu, dia kehilangan aset senilai miliaran Rupiah.

Umi sendiri sudah ditangkap oleh Tim Cobra Satreskrim Polres Lumajang di sebuah rumah kos di Bali. Kini Umi sudah mendekam di tahanan Mapolres Lumajang.

Didik merugi hingga miliaran rupiah karena aset miliknya digadaikan oleh Umi.

Aset miliknya yang digadaikan Umi adalah satu sertifikat rumah yang terdiri atas tiga bangunan, lima BPKB bus, dan satu BPKB mobil.

Sertifikat rumah digadaikan ke bank senilai Rp 1 miliar. Tiga BPKB bus dijaminkan ke sebuah koperasi senilai Rp 400 juta. Satu lagi BPKB bus dijaminkan ke sebuah bank senilai Rp 100 juta, lalu BPKB mobil dijaminkan ke sebuah bank juga senilai Rp 125 juta.

Seluruh aset keluarga Didik dijaminkan ke bank yang terpisah-pisah tanpa sepengetahuan Didik. Umi menjaminkan aset Didik untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan tersebut.

“Aset saya dipinjam oleh tersangka untuk dijaminkan ke bank karena jika Umi Salmah yang meminjam uang bisa mendapat uang lebih banyak dengan dalih untuk membeli usaha kos-kosan. Saya dijanjikan mendapat bunga 3 persen dari uang pinjaman dari bank," tutur Didik seperti dalam rilis yang dikirimkan Polres Lumajang, Jumat (23/8/2019).

Didik baru mengetahui jika dirinya menjadi korban penipuan setelah mendapat pemberitahuan dari lembaga keuangan itu jika rumah dan asetnya bakal disita.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved