Berita Surabaya

Sembilan Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Sampang Diperiksa di Kejari Surabaya

Sejak diturunkannya berita ini, kesembilan tersangka masih belum keluar dari ruang pemeriksaan penyidik Kejari Surabaya.

Sembilan Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Sampang Diperiksa di Kejari Surabaya
TribunJatim.com/Syamsul Arifin
Para tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, jalani tahap II atau pelimpahan barang bukti dan tersangka di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kamis, (22/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

SURYA.co.id | SURABAYA - Sembilan tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Sampang, Madura, jalani tahap II atau pelimpahan barang bukti dan tersangka di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kamis, (22/8/2019). 

Kesembilan tersangka tersebut di antaranya Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Rahim, Abdul Khodir Alhadad, Hadi, Supandi, Hasan, Ali dan Zainal. 

Mereka datang pada pukul 12.30 WIB dari Polda Jatim dengan dikawal beberapa petugas. Kesembilan tersangka ini berjalan dengan tangan diborgol dan terbagi menjadi dua baris. 

Mereka juga ditemani, penasihat hukumnya. Tak hanya pengacara, ke sembilannya ini juga didampingi oleh sanak famili yang datang dari Madura. 

Pengacara terdakwa, Andry Ermawan mengungkapkan, hingga kini pemeriksaan masih berlangsung. Dan masih akan mempersiapkan beberapa upaya hukum kedepannya. 

"Tentunya nanti akan mempersiapkan upaya hukum dalam pembelaan mereka semua untuk meringankan karena ada beberapa fakta yang harus diungkap. Karena tidak semua terdakwa ini melakukan tuduhan pembakaran tersebut," kata Andry di sela pemeriksaan di Gedung Kejari Surabaya, Kamis, (22/8/2019). 

Adapun pasal yang didakwakan, lanjut Andry ada beberapa pasal diantaranya dari Pasal 200, Pasal 170 KUHP, Pasal 187 KUHP dan Pasal 363.

"Tentunya kami akan kawal hingga selesai," tambahnya. 

Saat ditanya apakah mengajukan penahanan, Andry mengaku sudah mengajukan akan tetapi ditolak oleh Kapolda Jatim. Dan pihaknya mengajukan kembali di,mana satu diantara tersangka ini ada seorang siswa yang juga diajukan penangguhan penahanan. 

"Akan tetapi juga tidak dikabulkan oleh Kapolda Jatim. Kami tidak putus asa kami akan ajukan penangguhan penahanan kembali di Pengadilan Negeri Surabaya," tandasnya. 

Sejak diturunkannya berita ini, kesembilan tersangka masih belum keluar dari ruang pemeriksaan penyidik Kejari Surabaya. Terhitung empat jam lamanya para terdakwa diperiksa. 

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved