Berita Bangkalan Madura

Tujuan Pengurus dan Anggota Koperasi di Bangkalan Madura Belajar Kerajinan Sospeso Batik

Perwakilan Koperasi Wanita Jaya Makmur Tanah Merah, Ny Dewi Triana (31), mengaku telah mendapatkan pengalaman berharga dari pelatihan kewirausahaan.

Tujuan Pengurus dan Anggota Koperasi di Bangkalan Madura Belajar Kerajinan Sospeso Batik
surya.co.id/ahmad faisol
Perwakilan Koperasi Wanita Jaya Makmur Tanah Merah, Ny Dewi Triana (kiri) mengikuti┬áPelatihan Kewirausahaan dan Keterampilan Sospeso Batik UPT Pelatihan Dinkop dan UMKM Jatim di STKIP Bangkalan, Rabu (21/8/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Sedikitnya 70 perempuan perwakilan dari berbagai koperasi di Bangkalan dihadirkan UPT Pelatihan Dinas Koperasi (Dinkop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Timur di STKIP Bangkalan, Rabu (21/8/2019).

Mereka berasal dari Kopserasi wanita (Kopwan), Koperasi Pegawai Negeri (KP-RI), Koperasi Serba Usaha (KSU), dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Perwakilan Koperasi Wanita Jaya Makmur Tanah Merah, Ny Dewi Triana (31), mengaku telah mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan kewirausahaan yang digelar sejak Selasa (20/8/2019) hingga Kamis (22/8/2019).

"Rencananya hasil pelatihan ini akan saya kembangkan ke para ibu Dharma Wanita di desa-desa," ungkap perempuan yang juga istri dari Sekretaris Desa Keleyan, Kecamatan Socah itu kepada Surya.co.id.

Dalam kesempatan itu, Dinkop dan UMKM Jatim membekali Pelatihan Kewirausahaan dan Pengembangan Koperasi serta Pelatihan Kewirausahaan dan Keterampilan Sospeso Batik.

Sospeso merupakan sebuah teknik crafting atau memotong dan menempel motif dengan tampilan tiga dimensi ke media seperti tas, dompet pigura, wall decor, kalung etnik atau yang paling sederhana sebagai bros.

Dewi menjelaskan, permasalan yang mendera para perajin di Bangkalan selama ini masih berkutat pada permodalan dan jangkauan pemasaran.

"Kalau perlengkapan kerajinan, hampir semua bisa didapat dengan mudah," pungkas ibu dengan tiga anak itu.

Pendamping Koperasi dan UMKM Dinkop dan UMKM Jatim di Bangkalan, Dasuki Rahmad menyatakan, pelatihan singkat ini sengaja menyasar pengurus atau anggota koperasi dengan tujuan memberikan ruang sebesar-besarnya.

"Kelak koperasi ataupun para anggotanya mampu membangun usaha mandiri. Sehingga koperasi tidak sekedar bermain di Unit Usaha KSP (Koperasi Simpan Pinjam)," katanya.

Selain itu, lanjutnya, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong koperasi lebih berani membuka unit usaha baru dengan memasarkan produk keterampilan anggotanya.

"Jika tindaklanjutnya sudah berjalan dengan produk-produk berkualitas, maka koperasi bisa bekerja sama dengan BUMDes atau UMKM lainnya," paparnya.

Dasuki menambahkan, sinergitas koperasi dengan BUMDes atau UMKM akan membangun market tanpa batas.

"Dengan pola marketing digital yang saat ini lagi nge-hit, harapan kita koperasi dan UMKM mampu mengambil peran penting. Tidak hanya memproduksi tapi juga pintar dan hebat dalam menjual," pungkasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved