Berita Tulungagung

Diduga Tak Berizin, 13 Money Changer Ilegal Disegel BI dan Polisi Tulungagung

Sebanyak 13 tempat jasa penukaran uang asing di Tulungagung disegel Bank Indonesia (BI) bersama polisi lantaran tak memiliki izin

Diduga Tak Berizin, 13 Money Changer Ilegal Disegel BI dan Polisi Tulungagung
istimewa
Anggota Unit Pidsus Satreskrim Polres Tulungagung memasang tanda segel, di salah satu tempat penukaran uang asing yang diduga tak memiliki izin usaha, Rabu (21/8/2019). 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Sebanyak 13 Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau tempat jasa penukaran uang asing di Tulungagung disegel Bank Indonesia (BI) bersama polisi. Sebelumnya, ada 24 penukaran uang asing yang dirazia personel Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Tulungagung dan BI, Selasa (20/8/2019) kemarin.

Dari jumlah itu, hanya 9 usaha yang mengantongi izin BI, dua dalam proses perizinan dan 13 tanpa izin.

"Bagi yang tidak punya izin, langsung disegel dan atribut penukaran uang asing diturunkan," tegas Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, melalui Paur Subag Humas Polres Tulungagung, Bripka Endro Purnomo, Rabu (21/8/2019).

Tempat usaha penukaran uang asing ini kembali boleh beroeprasi, jika sudah mendapatkan izin dari BI.

Selama belum ada izin, mereka dilarang melayani penukaran valuta asing dalam bentuk apa pun.

Penertiban penukaran uang asing ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan, untuk kegiatan kejahatan.

"Penukaran uang asing ilegal ini bisa dipakai untuk menipu kurs kepada masyarakat, pencucian uang hingga pendanaan terorisme," ungkap Endro.

Selain itu money changer ilegal juga berpotensi menjadi pintu bagi peredaran uang palsu.

Kepada usaha yang ditutup, pihak BI menyarankan untuk segera mengajukan izin ke Kantor Perwakilan BI di Kediri.

Polisi juga mengimbau, bagi tempat penukaran uang asing tanpa yang belum sempat dirazia agar menghentikan usaha.

"Lebih baik lekas mengurus izin, dari pada nantinya disegel oleh BI dan kepolisian," pungkasnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved