Berita Gresik

Pelaku UMKM di Gresik Dilatih Pemasaran Online, Kuliner Khas Gresik Belum Banyak di Medsos

Pelaku usaha kuliner khas Gresik diajarkan digital marketing oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik.

Pelaku UMKM di Gresik Dilatih Pemasaran Online, Kuliner Khas Gresik Belum Banyak di Medsos
surya.co.id/sugiyono
DIGITAL MARKETING - Pelaku usaha kuliner khas Gresik diajarkan digital marketing oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik. Dari pelatihan itu diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, Selasa (20/8/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Puluhan pekerja pabrik yang membuka usaha makanan dilatih pemasaran melalui internet oleh dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik. Sistem pemasaran yang diajarkan yaitu melalui website dan media sosial.

Rachmad Rofik, praktisi digital marketing, website developer dan komputasi awan yang menjadi narasumber mengatakan, kemajuan teknologi informasi dan industri komunikasi 4.0 menuntut masyarakat harus cepat dan praktis dalam berjualan. Termasuk dalam menjual makanan dan jajanan.

"Pelatihan digital marketing ini untuk melatih para Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam memasarkan produknya. Sebab, generasi milenial dan masyarakat sekarang dalam kehidupannya sudah tersambung dengan internet," kata Rofik, yang akrab disapa Mas Bejo kemayangan, Selasa (20/8/2019).

Menurut, Mas Bejo, pelatihan digital marketimg bagi UMKM Kuliner Gresik harus segera dilakukan. Sebab, banyak makanan dan jajanan khas Gresik belum ramai di pasarkan melalui media internet. Padahal, masyarakat luas sudah ingin membeli secara cepat dan praktis.

"Seperti perusahaan makanan siap saji, yang menjual produknya secara online. Dan promosi besar-besaran di media sosial. Baik, Facebook, Twitter dan Instagram. Itu untuk meningkatkan pendapatan dan pemasaran," imbuhnya.

Dari pelatihan tersebut, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat pelaku usaha kuliner dan jajanan khas Gresik. Termasuk para pekerja yang ingin membuka usaha diluar jam kerja di pabrik.

"Digital marketing ini sangat praktis. Bisa dikerjakan diluar jam kerja di pabrik, sehingga bisa meningkatkan omzet di era digital mencapai Rp 10 miliar per tahun," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved