Selasa, 14 April 2026

Merajut Perdamaian di Tanah Papua

'Diplomasi Papeda' di Pertemuan Lenis Kogoya dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa

"Ini khasnya Papua. Jadi namanya diplomasi Papeda ini," kata Khofifah yang memadukan papeda berbahan sagu itu dengan kuah gurih kepala ikan.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca

SURYA.co.id | SURABAYA - Saat menyambut Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya dan mahasiswa Papua yang ada di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan sajian Papeda, makanan khas Papua, Selasa (20/8/2019).

Khofifah mengambilkan khusus hidangan papeda dan diserahkan pada Lenis Kogoya. Ia juga mengambilkan untuk mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Unair dan ITS Surabaya.

"Ini khasnya Papua. Jadi namanya diplomasi Papeda ini," kata Khofifah yang memadukan papeda berbahan sagu itu dengan kuah gurih kepala ikan.

Papeda kerap disajikan di Papua sebagai pendamping atau pengganti nasi. Masyarakat Papua biasa memakan papeda secara bersama-sama dalam satu meja makan keluarga. Sehingga momen ini juga sangat sarat dengan simbol persatuan dan kekeluargaan.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mendapatkan gelar sebagai Mama Papua dari Lenis Kogoya. Dengan begitu Lenis meminta agar mahasiswa Papua tak perlu takut tinggal di Jawa Timur.

"Beliau ini Mama Papua. Mama Papua sudah tidak asing lagi di kampung-kampung manapun di Papua. Wajar jika ibu gubernur kita angkat sebagai Mama Papua," ucap Lenis.

Organisasi Kepemudaan Nasional Minta Pemerintah Serius Menghapus Diskriminasi Rasial

Komnas HAM Diminta Lakukan Investigasi Dalam Kasus yang Memicu Konflik di Papua

Mahasiswa Papua di Jombang : Kami Sudah Cocok Dengan Makanan di Jombang

Terkait asrama nusantara yang akan dibangun Pemprov Jatim, Khofifah mengatakan bahwa asrama tersebut akan menjadi laboratorium hidup kebhinekaan. 

"Kami ingin membangun asrama mahasiswa nusantara. Ini akan menjadi bagian laboratorium kebhinekaan supaya proses akuturasi budaya itu bisa berjalan secara alami, saling mengenali adat istiadat dan pola sikap setiap daerah," kata Khofifah.

Asrama mahasiswa nusantara tersebut tidak hanya menampung mahasiswa dari Papua saja. Tapi juga untuk mahasiswa Aceh, Kalimantan, dan Sumatera, dan juga Sulawesi. Akan diterapkan sistem kuota.

"Telaah anggarannya sedang kami lakukan. Lahannya akan ada tanah di kawasam interchange. Dananya kalau masuk di RAPBD itu memungkinkan," katanya.

Namun saat ini dikatakan Khofifah ia sedang mengupayakan agar anggaran operasional listrik dan air bisa ditanggung APBN untuk menjadi anggaran operasional tahunan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved