Berita Trenggalek

Demi Pelestarian Budaya dan Sejarah, Mas Ipin Ajak Pejabat Beli Keris di Pameran Pusaka

Mas Ipin menjelaskan, pemaknaan zaman paling sejati adalah ilmu. Orang yang punya ilmu akan menjadi bijaksana.

Demi Pelestarian Budaya dan Sejarah, Mas Ipin Ajak Pejabat Beli Keris di Pameran Pusaka
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melihat pameran pusaka di Gedung Bhawarasa, Kabupaten Trenggalek. 

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) membuka Pameran Pusaka di Gedung Bhawarasa, Kompleks Pendopo Kabupaten, Senin (20/8/2019) malam.

Saat pembukaan, Bupati mengenakan pakaian adat jawa modern dengan keris terselip di bagian belakang punggung.

Menurut utusan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Kabupaten Trenggalek, kata Mas Ipin, keris itu merupakan ageman Sultan Hamengkubuwono (HB) VII.

Di kesempatan itu, Mas Ipin juga mendorong para pejabat pemkab untuk membeli pusaka berupa keris.

“Kalau ada kepala dinas yang saat ini belum punya keris, mohon untuk segera punya keris. Jangan cuma datang ke pameran setahun sekali,” selorohnya.

Itu sekaligus untuk pelestarian budaya dan sejarah. Para pejabat, kata dia, juga bisa mengambil hikmah dari cerita yang ada dari pusaka tersebut.

“Saya tidak membahas dari sisi magis, mistis dan lainnya. Tapi kalau dari telaah bahasa, antara pusaka dan pustaka itu tipis-tipis bedanya,” kata Bupati termuda yang saat ini menjabat itu.

Mas Ipin menjelaskan, pemaknaan zaman paling sejati adalah ilmu. Orang yang punya ilmu akan menjadi bijaksana.

Para pejabat bisa mengambil pelajaran dari sejarah pusaka tersebut. Maka selain mendorong pejabat membeli pusaka, ia juga mendorong mereka membeli pusaka dengan menyesuaikan karakter masing-masing.

“Kalau tidak ada yang asli, bikin saja tidak apa-apa. Di sini ada empunya. Trenggalek juga punya empu,” ungkapnya.

Menurut Mas Ipin, nusantara menemukan kejayaannya tiap tujuh abad sekali. Setelah masa Kerajaan Sriwijaya, nusantara mengalami kejayaan di era Majapahit tujuh abad setelahnya.

Sementara tujuh abad setelah Majapahit adalah era Indonesia mendatang tepat di 100 tahun Hari Jadi.

“Mudah-mudahan ini menjadi simbol Indonesia di dalamnya termasuk Trenggalek. Panjenengan ke sini, mudah-mudahan membawa aura Majapahit, kemakmuran Trenggalek dan kemajuan dapat dimulai dari sekarang,” ungkap dia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved