Berita Blitar

Bikin Patung dari Limbah Spon, Pria Ini Sudah Pasarkan Karyanya ke Seluruh Indonesia

Eko menjual kerajinan patung miliknya mulai Rp 500.000 sampai Rp 2 juta. Harga patung tergantung pada besar kecil ukuran dan detailnya

Bikin Patung dari Limbah Spon, Pria Ini Sudah Pasarkan Karyanya ke Seluruh Indonesia
SURYA.co.id/Samsul Hadi
Eko Suparno saat menyelesaikan pembuatan patung burung Merak berbahan limbah spon di rumahnya, Selasa (20/8/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - Eko Suparno (54), memanfaatkan limbah spon untuk membuat kerajinan patung binatang yang menarik. Patung berbahan spon karya bapak lima anak itu sudah dipasarkan hampir ke seluruh Indonesia.

"Kalau pemasarannya sudah hampir merata di seluruh Indonesia," kata Eko saat ditemui di rumahnya Lingkungan Dawuhan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Selasa (20/8/2019).

Saat itu, Eko sedang menyelesaikan pesanan patung burung Merak. Patung burung Merak itu sudah hampir jadi. Tinggal membentuk bulu-bulunya. Eko menggunakan soder untuk mengukir spon hingga berbentuk bulu.

Tangan Eko terlihat luwes menggoreskan soder ke spon. Detail bulu burung Merak terlihat jelas.

"Paling sulit memang membentuk bulunya, karena harus detail. Satu patung biasanya butuh waktu dua sampai tiga hari," ujarnya.

Eko menekuni kerajinan membuat patung berbahan limbah spon sudah lama, sejak masih bujangan.

Awalnya, dia memang hobi melukis. Bakat melukis sudah dia miliki sejak kecil. Hobi melukis itu sekarang menjadi mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya.

"Sejak kelas tiga SD saya sudah melukis. Hobi melukis itu kemudian saya kembangkan untuk membuat kerajinan patung. Sekarang hobi itu menjadi pekerjaan saya," ujarnya.

Eko memilih membuat patung berbahan limbah spon. Bahan itu paling mudah didapatkan dan murah. Dia sering memanfaatkan limbah spon dari sandal untuk membuat patung. Alat untuk membuat patung juga sederhana, yaitu, soder dan pisau kecil.

Sebelum membuat patung, biasanya dia memahami dulu gambar dan ukurannya. Setelah itu, dia membuat pola dan kerangka patung menggunakan kawat. Begitu pola dan kerangka terbentuk, dia mulai memotong limbah spon sesuai ukurannya.

Spon yang sudah dipotong itu kemudian ditempelkan sesuai dengan pola. Setelah itu, Eko mulai mengukir detail bentuk tubuh binatang.

"Setelah selesai diukir baru dicat. Saya mengerjakannya sendiri," katanya.

Eko menjual kerajinan patung miliknya mulai Rp 500.000 sampai Rp 2 juta. Harga patung tergantung pada besar kecil ukuran dan detailnya.

"Kalau pemasarannya getok tular dari teman ke teman dan pelanggan ke pelanggan," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved