Sambang Kampung

Bappeko Surabaya Juga Sediakan Gantangan Bagi Penghobi Burung di Eks Lokalisasi Kremil

Pemkot Surabaya bakal memberikan fasilitas di belakang kantor balai RW6 fasilitas yang memadai untuk menunjang hobi warga eks lokalisasi Kremil

Bappeko Surabaya Juga Sediakan Gantangan Bagi Penghobi Burung di Eks Lokalisasi Kremil
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi, membenarkan bahwa Pemkot Surabaya kini tengah berupaya memfasilitasi penambahan infrastruktur guna mengubah wajah eks lokalisasi Kremil atau dikenal dengan eks lokalisasi Tambak Asri. Pembangunan lapangan futsal dan lapangan voli di RW 6 Kelurahan Morokrembangan di dua titik bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Khususnya menunggu masyarakat menyatakan siap untuk mengosongkan lahan yang biasa digunakan untuk parkiran mobil.

"Di lapangan sudah kita pasang sosialiasi. Tapi kembali kita sampaikan Pemkot tidak mau hanya membangunkan tanpa ada rasa memiliki dari warga. Maka untuk pembangunan lapangan sebenarnya kita menunggu juga untuk segera dikosongkan, jika dinyatakan siap, misalnya besok, kita akan langsung bangun," tegas Eri Cahyadi, Senin (19/8/2019).

Sambang Kampung Eks Lokalisasi Kremil Surabaya yang Berubah Jadi Sentra UMKM dan Penggerak Ekonomi

Sebab sampai saat ini lahan seluas 1500 meter persegi di lokasi yang diproyeksi untuk lapangan voli, di Gang Teratai, masih digunakan warga untuk area parkiran mobil.

Padahal, spanduk sosialisasi sudah terpasang bahwa akan ada pembangunan fasor di lokasi tersebut.

Tidak hanya itu pihaknya menyatakan bahwa ia sudah turun langsung ke sana dan menyurvei lokasi titik peningkatan infrastruktur di kawasan eks lokalisasi.

Saat menanyakan fasilitas apa yang dibutuhkan warga selain fasilitas olahraga, ternyata warga kawasan Balai RW 6 memiliki kebiasaan untuk gantangan dan lomba burung.

Maka Pemkot Surabaya bakal memberikan fasilitas di belakang kantor balai RW6 fasilitas yang memadai untuk menunjang hobi warga eks lokalisasi Kremil.

"Iya ternyata warga suka lomba burung. Maka kita akan buatkan gantangan dan mengajarkan bagaimana membuat kurangan yang bagus, lalu juga akan kita sediakan tempat jualan dan parkir," katanya.

Sebab menurut Eri yang biasa berjualan PKL di sana adalah warga terdepak eks lokalisasi Kremil sendiri.

Untuk itu ia ingin memberikan sarana agar masyarakat bisa berdaya dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada.

Fasilitas yang sedang disiapkan akan menjadi tanggung jawab RW untuk mengelola, sehingga tidak diserahkan pengelolaannya secara personal.

Segala manfaat yang didapatkan juga akan kembali ke warga sekitar.

"Eks lokalisasi harus kita berdayakan. Poin kita adalah bagaimana pembedayaan di sana tidak hanya menyentuh satu dua orang tapi menyembuth semua masyarakat di eks lokalisasi Kremil," pungkas Eri Cahyadi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved