Sambang Kampung

Usaha Kesenian Kaligrafi Jadikan Warga Terdampak Penutupan Eks Lokalisasi Kremil Makin Berdaya

Usaha yang ia namai dengan Rajuwa Kaligrafi ini kini sudah memiliki banyak pelanggan. Dalam seminggu omzetnya bisa mencapai Rp4 juta.

Usaha Kesenian Kaligrafi Jadikan Warga Terdampak Penutupan Eks Lokalisasi Kremil Makin Berdaya
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Azwar anas dengan usaha pembuatan kaligrafi di kampung Kremil. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bangkitnya kampung eks lokalisasi Kremil di RW 6 Kelurahan Morokrembangan, Kota Surabaya, salah satunya ditopang oleh tumbuh berkembangnya UMKM masyarakat.

Salah satunya adalah Azwar Anas. Warga RT 18/RW 6 ini merupakan pengrajin kaligrafi yang kini menjadi tempat bergantungnya para warga terdampak penutupan lokalisasi Kremil di kawasan Tambak Asri.

Kini ada  delapan warga terdampak yang menggantungkan mata pencaharian di usaha kaligrafi miliknya, sebagian besar ibu-ibu. 

Begitu juga sejumlah warga yang menarik bentor diajak untuk membantu pengiriman produk kaligrafi Anas ke para pelanggan di seluruh penjuru kota Surabaya.

"Saya mulai membuka usaha sendiri pada tahun 2013. Sebelumnya dapat pengalaman kerja di bidang ini karena ikut paman yang juga punya usaha kaligrafi juga," kata Anas.

Usaha yang ia namai dengan Rajuwa Kaligrafi ini kini sudah memiliki banyak pelanggan. Dalam seminggu omzetnya bisa mencapai Rp4 juta.

Ia mengerjakan pembuatan kesenian kaligrafi untuk hiasan yang dibingkai dalam pigora. Bahan utama yang digunakan adalah plat alumunium.

Mulanya plat alumunium yang ia gunakan plat bekas atau daur ulang. Namun lantaran diprotes pelanggan karena plat bekas membuat warga alumunium menjadi hitam dan tampak kusut, maka ia menggunakan plat alumunium baru.

"Untuk yang mengerjakan full kaligrafinya saya semua. Tapi untuk yang memasangkan ke triplek pigora, memotong kaligrafinya, memasang harakat, dan mengeblat tulisan kaligrafi dilakukan oleh masyarakat sekitar, warga terdampak. Sistemnya borongan, jadi bisa dikerjakan di rumah," kata Anas.

Warga terdampak akan dibayar berdasarkan jumlah pekerjaan yang digarap atau dibawa pulang. Begitu juga bagi warga penarik bentor. Mereka biasa ditugaskan untuk mengantar pesanan ke pelanggan di dalam kota.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved