Single Focus

Sisa Pembakaran Jadi Alasan Asih Enggan Memakai Briket Daun Kering

"Abunya nggak bisa aku, selesai itu, langsung hilang jadi abu, hancur begitu. Terbang-terbang begitu debunya," kata Asih.

Sisa Pembakaran Jadi Alasan Asih Enggan Memakai Briket Daun Kering
surabaya.tribunnews.com/delya oktovie
Karywan di warung Sate Kelapa Ondomohen membakar sate menggunakan briket daun kering karya warga Ondomohen Magersari V, Senin (19/8/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki rencana besar untuk pengembangan produk briket arang dari daun kering hasil karya beberapa kampung di Surabaya, termasuk pemasaran di depot hingga supermarket.

Karena warga kampung-kampung penghasil briket daun kering ini sehari-harinya memanfaatkan briket arang kayu, baik untuk berjualan maupun memasak biasa, briket daun kering diharapkan bisa menggantikan posisi briket kayu.

Satu di antara kampung penghasil briket daun kering adalah Ondomohen Magersari V, Genteng, Surabaya, rumah dari pemilik depot legendaris Sate Kelapa Ondomohen, Asih (62).

Asih mengatakan, ia sudah mencoba briket daun kering hasil produksi tetangga-tetangganya tersebut.

Menurutnya, briket daun kering ini memiliki kelebihannya sendiri, yakni mudah sekali terbakar.

"Enak kok, tidak masalah. Nyala apinya juga sama lamanya seperti arang kayu. Mengipasinya pun enak, tidak lama. Tidak pengaruh ke rasa sate juga," kata Asih, Senin (19/8/2019).

Namun, yang menjadi permasalahan bagi Asih adalah setelah briket daun kering selesai dibakar, langsung hancur, hilang menjadi abu.

Abunya berterbangan, ia pun tidak suka.

"Abunya nggak bisa aku, selesai itu, langsung hilang jadi abu, hancur begitu. Terbang-terbang begitu debunya," jelasnya.

Ketika diminta memilih antara briket daun kering dan briket yang saat ini ia gunakan, yakni briket batok kelapa, ia tegas memilih briket batok kelapa.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved