Meski Berstatus Tersangka KPK, Supriyono Tetap Akan Dilantik Jadi Anggota DPRD Tulungagung

Supriyono yang kini menyandang status sebagai tersangka KPK tetap bisa dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Tulungagung. Ini alasannya...

Meski Berstatus Tersangka KPK, Supriyono Tetap Akan Dilantik Jadi Anggota DPRD Tulungagung
tribun jatim/sofyan Arif Candra Sakti
Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, Indah Wahyuni 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Anggota DPRD Kabupaten Tulungagung terpilih, Supriyono yang saat ini berstatus tersangka KPK dipastikan tetap bisa dilantik bersama Caleg  DPRD Kabupaten Tulungagung terpilih lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim, Indah Wahyuni, usai mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa rapat persiapan pelantikan Anggota DPRD Jatim terpilih bersama KPU Provinsi Jawa Timur, Senin (19/8/2019).

Indah menegaskan, dalam PKPU nomor 5 tahun 2019 pasal 33 memang menegaskan ketika seorang anggota DPRD terpilih ditetapkan sebagai tersangka maka yang bersangkutan pelantikannya dilakukan penundaan.

Tapi menurut Yuyun, sapaan akrab Indah Wahyuni, di UU no 23 tahun 2014 maupun PP no 12 tahun 2018 tidak mengatur hal tersebut.

"Yang diatur di dalam undang-undang dan PP,  apabila yang bersangkutan setelah dilantik menjadi anggota DPRD jadi terdakwa itu diberhentikan sementara. Nanti setelah inkracht (berkekuatan hukum tetap) itu baru diberhentikan tetap. Nah sebelum itu ya tidak ada masalah," ucap Yuyun

Menindaklanjuti hal itu, Yuyun pun mengkomunikasikan dengan pihak KPU, dan memang PKPU tersebut rawan gugatan karena bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

KPU Kabupaten Tulungagung pun akhirnya mengusulkan agar Supriyono bisa dilantik tanpa penundaan namun dengan catatan.

"Ada catatan, ada surat dari KPU Tulungagung bahwa yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, itu menjadi pertimbangan kami," ucapnya.

Pelantikan Supriyono pun tetap diproses, tapi jika setelah dilantik ternyata KPK menetapkan sebagai terdakwa maka Supriyono akan diberhentikan sementara, dan jika inkracht akan diberhentikan secara tetap.

Seperti diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menetapkan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono sebagai tersangka, Senin (13/5/2019) malam.

Supriyono diduga menerima uang dari hasil tindak pidana korupsi sebesar Rp 4,88 miliar.

Sebelum menetapan status itu, Supriyono ikut dalam Pemilu Legislatif 2019.

Memperebutkan kursi DPRD Tulungagung dari daerah pemilihan (Dapil) 1, Supriyono berhasil mendapatkan suara terbanyak, dengan 10.192 suara.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved