Berita Blitar

Lebih dari Separo IPAL Komunal di Kota Blitar Belum Berfungsi Maksimal

Pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di Kota Blitar belum maksimal.

Lebih dari Separo IPAL Komunal di Kota Blitar Belum Berfungsi Maksimal
surya.co.id/samsul hadi
Mesin untuk pengolahan IPAL di Lingkungan Ngegong, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar tidak difungsikan, Senin (19/8/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - Pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di Kota Blitar belum maksimal.

Dari 59 IPAL komunal yang beroperasi, hanya sekitar 45 persen atau 27 IPAL yang pengelolaannya bagus dan airnya memenuhi baku mutu.

Kabid Penataan dan Pengendalian Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Deni Eko Prisanto mengatakan dari hasil uji laboratorium menyebutkan lebih dari separo air IPAL komunal masih di atas baku mutu.

Artinya air dari IPAL yang dibuang masih bisa mencemari lingkungan.

"Itu yang menjadi pekerjaan rumah kami. Hasil uji laboratorium harus diakui pengelolaan IPAL komunal masih belum maksimal. Dari 59 IPAL yang beroperasi, baru 45 persen yang airnya memenuhi baku mutu," kata Deni, Senin (19/8/2019).

Dia menjelaskan, IPAL komunal ini memang dibangun oleh pemerintah.

Tetapi, pengelolaan IPAL komunal dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

IPAL komunal biasanya dibangun di kawasan padat permukiman penduduk.

Pembangunan IPAL komunal sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi di kawasan permukiman.

Kawasan padat permukiman akan kesulitan kalau membuat IPAL secara mandiri karena keterbatasan lahan.

Halaman
123
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved