Berita Surabaya

Hari ini Kapolri Jenguk Anggota Polisi Wonokromo yang Dibacok Terduga Teroris di Surabaya

Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian menjenguk Aiptu Agus Sumarsono Anggota Polsek Wonokromo Surabaya

Hari ini Kapolri Jenguk Anggota Polisi Wonokromo yang Dibacok Terduga Teroris di Surabaya
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolri Jenderal Polisi M Tito Karnavian akan menjenguk Aiptu Agus Sumarsono Anggota Polsek Wonokromo Surabaya, di ruang rawat inap Anggrek 2, RS Bhayangkara Surabaya, Senin (19/8/2019).

Kedatangan Kapolri ke RS Bhayangkara ditemani Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan beserta jajarannya.

Informasinya, Kapolri bertolak dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, menggunakan Pesawat Beechjet Polri sekitar pukul 09.00 WIB.

Dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 10 menit, rombongan akan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya sekitar pukul 10.10 WIB.

Rombongan akan transit di VIP Pemprov Terminal 1, sekitar lima menit, kemudian melanjutkan perjalanan ke RS Bhayangkara Surabaya dan diperkirakan tiba di RS Bahayangkara sekitar pukul 10.41 WIB.

Kedatangan Kapolri ke RS Bhayangkara Senin (19/8/2019) siang, bermaksud menjenguk satu di antara anggotanya yang menjadi korban penyerangan di Polsek Wonokromo oleh seorang pria berinisal IM, Sabtu (17/8/2019) kemarin.

Dikutip dari Tribunnews.com, IM (30) tersangka kasus penyerangan polisi di Polsek Wonokromo, Jawa Timur terkena self radicalization.

Menurut Tito, IM terpapar pemahaman ajaran yang cenderung radikal melalui materi yang didapatkan sendiri oleh pelaku lewat media sosial.

"Sementara info saya dapat dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini terkena self radicalism, radikalisasi ini sendiri karena lihat online, dari gadget internet," ujarnya di kediaman Ketua DPD, Oesman Sapta Odang Jalan Karang Asem, Setiabudi, Jakarta, Minggu, (18/8/2019) kemarin.

Pelaku yang kini diperiksa di Densus 88, mengikuti kajian radikal yang didapat melalui media online.

Kajian yang diikuti IM itu, lanjut Tito, memunculkan pemahaman jihad dengan menyerang polisi karena dianggap kafir harbi.

Mengakibatkam munculnya suatu konstrukai pemahaman yang bersifat overgeneralisasi yang menganpgap polisi merupakan kafir harbi dan layak untuk diserang.

"Karena (polisi) sering lakukan penegakan hukum kepada mereka sehingga bagi dia melakukan serangan kepada kepolisian, bisa dapat pahala menurut versi yang bersangkutan," pungkasnya.

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved