Jumat, 29 Mei 2026

Berita Ekonomi Bisnis

Dua Influencer Game Beri Review PUBG Mobile Lite Versus Fee Fire

Sukses game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile di Indonesia berlanjut ke Tencent yan merilis game Battle Royale lainnya, PUBGM Lite.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
foto: istimewa
Tencent kembali merilis game Battle Royale lainnya yakni PUBGM Lite. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melanjutkan kesuksesan dari game PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) Mobile di Indonesia, Tencent kembali merilis game Battle Royale lainnya yakni PUBGM Lite.

Diluncurkan dengan ukuran yang jauh lebih kecil, PUBGM Lite memanjakan para pecinta game Battle Royale agar dapat bermain dengan lancar meski menggunakan perangkat handphone dengan spesifikasi rendah.

Game baru ini menerima antusiasme yang sangat besar dan dengan mudahnya cepat berkembang menjadi salah satu game populer di Indonesia.

Dibalik kepopulerannya, ternyata ditemukan beberapa hal yang membuat PUBGM Lite tidak lebih baik daripada game Battle Royale lainnya, salah satunya Free Fire. Dengan memberikan perbandingan mulai dari segi grafis, fitur hingga esports, seperti ini perbandingannya.

Pertama soal size download. Dengan size download hanya 491MB, PUBGM Lite memang lebih ringan sehingga terlihat lebih menarik karena dapat dimainkan dengan lancar meskipun di ponsel dengan spesifikasi rendah atau menengah kebawah.

Sedangkan Free Fire yang sudah lebih dahulu hadir memilki size download di bawahnya yaitu 424MB. Meskipun dengan size lebih kecil, game ini mampu tampil dengan grafis yang lebih berkualitas.

Dalam game PUBGM Lite, tidak ada efek pada air, rumput, rambut, pakaian maupun detail seperti lipatan baju pemain dan tekstur benda-benda di dalam game, sedangkan efek ini ada di Free Fire.

Padahal, efek dan detail tersebut penting ada di dalam sebuah game untuk membuat permainan terlihat lebih nyata dan menarik.

Kedua, fitur. Selain grafis yang diturunkan secara drastis, PUBGM Lite menghilangkan beberapa fitur penting, seperti clan, crew, personalisasi, dan jumlah peta.

Fitur clan dan crew di dalam grup biasa digunakan untuk bersosialisasi. Dengan fitur ini pemain akan lebih mudah menemukan teman bermain baru maupun teman tantangan baru.

Tapi, ini tidak terjadi dalam Free Fire yang memiliki fitur guild, sehingga akan membantu gamenya sendiri membangun komunitas yang lebih besar.

Fitur penting lainnya yang juga tidak ada dalam PUBGM Lite adalah fitur personalisasi. Kini pemain sudah tidak dapat lagi menemukan skin untuk senjata, kendaraan, parasut, emotes dalam game ini.

Sementara itu, di Free Fire pemain masih dapat menemukan berbagai variasi skin, kostumisasi fashion style dan skill karakter sehingga pemain tidak akan cepat bosan.

PUBGM Lite menyuguhkan 1 jenis peta (Erangel) dan 2 mode (Casual dan War). Sementara itu, Free Fire menampilkan lebih banyak fitur yaitu 2 jenis peta (Bermuda dan Purgatory) dan 5 mode (Classic, Ranked Game, Zombie Invasion, Death Uprising, dan Custom Game).

Elite Pass and Battle Pass PUBGM Lite memiliki Battle Pass yang dapat dimainkan hanya hingga level 30, dengan harga untuk unlock level sekitar 70 ribu rupiah, dan 170 ribu rupiah untuk membeli bundle.

Sementara itu, Free Fire menghadirkan Elite Pass hingga level 45 yang memungkinkan pemain untuk menerima lebih banyak hadiah eksklusif. Soal harga, Elite Pass juga menawarkan harga yang jauh lebih murah yaitu 75 ribu rupiah untuk unlock level, dan bundle dengan harga mulai dari 42 ribu rupiah.

Ketiga, Esports yang profesional. Dengan tujuan memperkuat komunitas game, kedua game sama-sama gencar menggelar berbagai turnamen esports di tingkat nasional maupun internasional.

Berdasarkan data statistik Esports Charts April, 2019, turnamen esports Free Fire World Cup 2019 berhasil dinobatkan sebagai turnamen esports mobile dengan jumlah penonton terbanyak di dunia, yakni 1 juta penonton di waktu yang bersamaan (concurrent view).

Di ajang turnamen internasional ini pun tim Free Fire perwakilan Indonesia berhasil merebut piala juara.

Lain halnya dengan turnamen PUBG Mobile Star Challenge Final yang mampu mengumpulkan 824 ribu penonton di waktu yang bersamaan (concurrent view), dan amat disayangkan tim PUBG Mobile perwakilan Indonesia tidak ikut serta dalam pertandingan tersebut.

Dengan rendahnya popularitas PUBG Mobile dari sisi esports, tidak banyak yang dapat diharapkan dari esports PUBGM Lite saat ini maupun kedepannya.

Youtuber Free Fire Cukk Gaming (Sidik Muhamad), ketika ditanyakan kesannya setelah mencoba PUBGM Lite mengungkapkan pengalamannya.

“Kemarin sempat mencoba gamenya karena penasaran. Tapi setelah beberapa game, saya masih lebih suka Free Fire sih. Menurut saya Free Fire lebih oke grafisnya dibanding dengan PUBGM Lite yang punya ukuran lebih besar, namun ternyata tidak bisa memberikan grafis yang lebih baik yang manjain mata. Grafis itu sendiri penting buat saya, karena sangat mempengaruhi pengalaman bermain saya," ungkapnya.

Sementara itu youtuber PUBG EJ Gaming (Erwin Jingga), mengatakan, setelah mencoba kemarin, untuk PUBGM Lite dibanding PUBGM secara file memang jauh lebih ringan. "Untuk grafisnya disamaratakan semua jadi frame ratenya hanya mentok di 30fps, untuk gadget low end sih sangat membantu, kalau untuk high end malah jadi gak seru.

Untuk fiturnya yang paling mencolok di aim assistnya, cukup membantu untuk player dengan gadget low end, tapi sangat mengganggu jika pemain ingin sampai tahap kompetitif," ungkap EJ Gaming.

Demikianlah fakta mengenai game mobile battle royale versi ringan ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved